Home
Login.
Artikelilmiahs
51295
Update
BALQIS AURA SALSABILA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DAN LITERASI KESEHATAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA HIPERTENSI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang : Hipertensi sering disertai dengan kecemasan sebagai dampak psikologis dari penyakit tersebut. Kecemasan yang tidak terkendali dapat meningkatkan tekanan darah, memperburuk komplikasi, dan menurunkan kualitas hidup. Literasi kesehatan memainkan peran penting dalam membantu pasien mengelola kondisi dan kecemasannya. Namun, penelitian mengenai hubungan antara karakteristik respondendan literasi kesehatan, dengan tingkat kecemasan pada pasien hipertensi masih terbatas. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah seluruh penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur I sebanyak 157 responden, dengan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner demografi, kuesioner HAM-A (Hamilton Anxiety Rating Scale), dan kuesioner HLS-EU-Q16. Analisis data menggunakan uji Somers’ D, dan Fisher Exact Test. Hasil : Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (45,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya komplikasi hipertensi p = 0,000 (p < 0,001) secara signifikan berhubungan dengan tingkat kecemasan. Selain itu, literasi kesehatan berkorelasi signifikan dengan tingkat kecemasan p = 0,000 (p < 0,001), menunjukkan hubungan negatif (D = −0,363). Kesimpulan : Karakteristik komplikasi hipertensi dan literasi kesehatan dengan tingkat kecemasan pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur I.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Hypertension is often accompanied by anxiety as a psychological effect of the disease. Uncontrolled anxiety can increase blood pressure, worsen complications, and reduce quality of life. Health literacy plays an important role in helping patients manage their condition and anxiety. However, research on the relationship between respondents' health literacy characteristics and the level of anxiety in hypertensive patients is still limited. Methodology : This quantitative correlational study used a cross-sectional design involving 157 hypertension patients at the Purwokerto Timur I Community Health Center selected through convenience sampling. Data were collected using demographic questionnaires, HAM-A (Hamilton Anxiety Rating Scale), and HLS-EU-Q16. Somers’ D and Fisher Exact Tests were applied for data analysis. Result : The findings showed that most respondents experienced mild anxiety (45.9%). Bivariate analysis indicated the presence of hypertension complications p = 0.000 (p < 0,001) were significantly associated with anxiety levels. In addition, health literacy was significantly correlated with anxiety levels p = 0.000 (p < 0,001), showing a negative relationship (D = −0,363). Conclusion : Characteristics of hypertension complications and health literacy with the level of anxiety in hypertensive patients within the working area of the Purwokerto Timur I Public Health Center.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save