Home
Login.
Artikelilmiahs
51291
Update
NATANIA NAVA SETIAWAN
NIM
Judul Artikel
EKSPLORASI SERANGGA HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA AGROEKOSISTEM PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPAGO UNSOED PROTANI DAN INPARI 32 DI KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas penting yang rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penggunaan pestisida kimia secara intensif menimbulkan dampak negatif, sehingga diperlukan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Varietas Inpago Unsoed Protani dan Inpari 32 diketahui toleran terhadap beberapa OPT, namun informasi mengenai keragaman serangga hama dan musuh alami di wilayah Purbalingga masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji keragaman serta membandingkan serangga hama dan musuh alami pada kedua varietas di Blater, Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pengambilan data secara observatif pada fase generatif tanaman. Hasil menunjukkan dua hama dominan, yaitu Oxya sp. dan Leptocorisa sp. Serangan Oxya sp. menurun seiring umur tanaman, sedangkan Leptocorisa sp. meningkat pada fase pengisian bulir. Varietas Inpari 32 menunjukkan intensitas serangan lebih tinggi dibanding Inpago Unsoed Protani, diduga akibat perbedaan morfologi daun dan kanopi. Nilai keanekaragaman hama dan musuh alami tergolong sedang, menandakan keseimbangan ekosistem yang masih terjaga. Inpago Unsoed Protani memiliki keanekaragaman dan kelimpahan musuh alami lebih tinggi, terutama dari ordo Coleoptera dan Diptera, sedangkan Inpari 32 cenderung memiliki struktur komunitas yang lebih sederhana dengan dominansi spesies tertentu.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice (Oryza sativa L.) is an important commodity that is vulnerable to attacks by Plant Pest Organisms (PPO). Intensive use of chemical pesticides causes negative impacts; therefore, the application of Integrated Pest Management (IPM) is required. The rice varieties Inpago Unsoed Protani and Inpari 32 are known to be tolerant to several PPOs, yet information regarding the diversity of insect pests and natural enemies in the Purbalingga area remains limited. This study aimed to examine the diversity and compare insect pests and natural enemies between the two varieties in Blater, Purbalingga Regency. The research employed a descriptive comparative method with direct field observations during the generative phase of the crop. The results showed two dominant pests, Oxya sp. and Leptocorisa sp. The attack intensity of Oxya sp. decreased with plant age, whereas Leptocorisa sp. increased during the grain-filling phase due to the high liquid content in young panicles. Inpari 32 exhibited higher pest attack intensity than Inpago Unsoed Protani, possibly due to differences in leaf morphology and canopy structure. The diversity index of pests and natural enemies was classified as moderate (1.06–1.37), indicating a well-maintained ecosystem balance. Inpago Unsoed Protani had higher diversity and abundance of natural enemies, especially from the orders Coleoptera and Diptera, while Inpari 32 tended to have a simpler community structure dominated by certain species.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save