Home
Login.
Artikelilmiahs
51290
Update
POPPY TRI WULANDARI
NIM
Judul Artikel
Persepsi Para Penggiat Seni Wayang Tentang Strategi Pengembangan Museum Wayang Banyumas Sebagai Objek Wisata Budaya di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Museum Wayang Banyumas sebagai institusi budaya mempunyai potensi besar sebagai objek wisata budaya di Kabupaten Banyumas. Meskipun demikian, museum masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti generasi mudanya kurang tertarik untuk berkunjung ke museum, adanya citra museum yang membosankan dan museum belum dilengkapi dengan fasilitas yang memadai diantaranya ketiadaan papan petunjuk arah, area parkir yang sempit dan hambatan dalam pengembangan fisik termasuk perawatan gedung dan penambahan koleksi di museum. Penelitian ini bertujuan untuk mengulik lebih dalam persepsi Para Penggiat Seni Wayang tentang strategi pengembangan Museum Wayang sebagai objek wisata budaya di Kabupaten Banyumas. Kemudian untuk metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara untuk teknik analisis data didasarkan pada teknik analisis milik Miles & Huberman (2007) yang terdiri dari 4 teknik yakni Data Collection, Data Reduction, Data Display, Conclusion Drawing/Verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memberikan persepsi positif terhadap Kajian Koleksi Gagrag Banyumas, Film Animasi, Seminar, Museum Masuk Sekolah, Lomba Dalang Bocah, Konservasi Koleksi dan Pagelaran Hari Wayang Nasional. Hal ini menunjukkan dukungan dan optimisme terhadap keberlanjutan dari program-program Museum Wayang Banyumas. Namun disisi lain, informan juga memberikan persepsi evaluatif terhadap program Belajar Musik Calung Banyumasan, Pekan Kebudayaan Daerah dan Workshop Sinden. Hal ini mencerminkan harapan, saran maupun kritik yang bermanfaat untuk mendorong pengembangan program dari Museum Wayang Banyumas ke arah yang lebih baik lagi. Oleh karena itu, pentingnya melakukan pembenahan supaya setiap program dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Banyumas Wayang Museum as a cultural institution has great potential as a cultural tourism object in Banyumas Regency. However, the museum still faces several challenges, such as the younger generation's lack of interest in visiting the museum, the museum's boring image and the museum not being equipped with adequate facilities including the lack of directional signs, narrow parking areas and obstacles in physical development including building maintenance and addition of collections in the museum. This study aims to explore more deeply the perceptions of Wayang Art Activists about the strategy for developing the Wayang Museum as a cultural tourism object in Banyumas Regency. Then for the method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. Meanwhile, the data analysis technique is based on the analysis technique of Miles & Huberman (2007) which consists of 4 techniques namely Data Collection, Data Reduction, Data Display, Conclusion Drawing/Verification. The results of the study show that informants gave a positive perception of the Banyumas Gagrag Collection Study, Animated Films, Seminars, Museum Enters Schools, Children's Dalang Competition, Collection Conservation and National Wayang Day Performances. This shows support and optimism for the sustainability of the Banyumas Wayang Museum programs. However, on the other hand, informants also provided evaluative perceptions of the Banyumas Calung Music Learning program, the Regional Cultural Week, and the Sinden Workshop. This reflects hopes, suggestions, and criticisms that are useful for encouraging the development of the Banyumas Wayang Museum's programs toward further improvement. Therefore, improvements are crucial to ensure each program runs effectively and efficiently.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save