Home
Login.
Artikelilmiahs
51279
Update
AHMAD MUZAKKI
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN PERFORMA AYAM BIBIT INDUK PEDAGING JANTAN DAN BETINA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Permintaan daging ayam global diketahui cenderung meningkat setiap tahun. Optimalisasi unggas bibit diperlukan agar produksi ayam konsumsi lebih efisien sehingga dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa ayam bibit induk pedaging jantan dan betina dari segi konsumsi pakan, bobot badan, keseragaman, dan tingkat deplesi. Penelitian dilakukan di PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cipunagara 1 menggunakan ayam Strain Lohmann Indian River berusia 12 minggu, terdiri dari 14.799 ekor jantan dan 103.621 ekor betina. Data dikumpulkan melalui laporan performa mingguan dari kandang, dan analisis dilakukan dengan uji-t dua sampel dengan varians yang sama untuk menilai perbedaan antara jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam jantan memiliki konsumsi pakan dan bobot badan yang lebih tinggi, yang mencerminkan pertumbuhan yang lebih cepat dan kebutuhan nutrisi yang lebih besar. Sedangkan, ayam betina menunjukkan keseragaman populasi yang lebih baik serta tingkat deplesi yang lebih rendah, yang dipengaruhi oleh perilaku yang lebih tenang, dominansi yang lebih rendah, dan respons imun yang lebih stabil. Perbedaan dalam keseragaman juga dipengaruhi oleh tingkat persaingan pakan dan perilaku agresif yang lebih tinggi pada jantan. Tingginya deplesi pada jantan berkaitan dengan stres metabolik, sensitivitas terhadap suhu tinggi, dan agresivitas sosial. Secara keseluruhan, perbedaan antara jenis kelamin memiliki dampak signifikan terhadap performa ayam bibit, sehingga manajemen pemeliharaan yang spesifik untuk setiap jenis kelamin sangat dibutuhkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam hal pertumbuhan, jantan menunjukkan keunggulan, sementara betina lebih unggul dalam hal keseragaman dan daya hidup.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Global demand for chicken meat is known to increase every year. Optimization of breeding stock is necessary to make chicken production more efficient so that it can meet this ever-increasing demand. This study aims to compare the performance of male and female broiler parent stock chickens in terms of feed consumption, body weight, uniformity, and depletion rate. The research was conducted at PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cipunagara 1, utilizing Lohmann Indian River strain chickens aged 12 weeks, consisting of 14,799 males and 103,621 females. Data was collected through weekly performance reports from the pens, and analysis was conducted using a two-sample t-test with equal variances to assess the differences between sexes. The results showed that males had higher feed consumption and body weight, indicating faster growth and greater nutritional needs. In contrast, females demonstrated better population uniformity and lower depletion rates, influenced by calmer behavior, lower dominance, and more stable immune responses. The differences in uniformity were also affected by higher feed competition and aggressive behavior among males. The high depletion rates observed in males were related to metabolic stress, sensitivity to high temperatures, and social aggression. Overall, the differences between sexes had a significant impact on the performance of the parent stock chickens, highlighting the need for specific management practices tailored to each sex. This study concludes that in terms of growth, males show an advantage, while females excel in uniformity and vitality.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save