Home
Login.
Artikelilmiahs
51241
Update
LABIBINA DWI SYAHPUTRA
NIM
Judul Artikel
CREDIT RISK, BANK SIZE, CORPORATE GOVERNANCE, INFLATION RATE, AND BANK EFFICIENCY
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan regresi data panel untuk menganalisis determinan efisiensi perbankan di Indonesia. Secara khusus, penelitian ini menguji pengaruh Non-Performing Loans (NPL), ukuran bank (Bank Size), Good Corporate Governance (GCG), dan inflasi, serta peran moderasi inflasi terhadap efisiensi operasional bank yang diproksikan dengan rasio BOPO. Penelitian menggunakan data sekunder laporan keuangan bank yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019–2023 dengan total 120 observasi bank-tahun. Estimasi dilakukan menggunakan regresi data panel Fixed Effect Model dengan robust standard errors untuk mengatasi heteroskedastisitas dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPL, bank size, dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap efisiensi perbankan, sedangkan GCG tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, inflasi tidak terbukti memoderasi hubungan antara NPL, bank size, maupun GCG terhadap BOPO. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi perbankan lebih banyak dipengaruhi oleh risiko kredit, skala usaha, dan dinamika harga makroekonomi dibandingkan dengan mekanisme tata kelola maupun efek interaksi antarvariabel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas kredit, pengelolaan ukuran bank, serta peningkatan responsivitas terhadap tekanan inflasi merupakan kunci peningkatan efisiensi perbankan. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur efisiensi perbankan melalui integrasi perspektif intermediasi keuangan, risiko, dan makroekonomi. Secara praktis, hasil penelitian menyiratkan perlunya penguatan manajemen risiko kredit, optimalisasi skala usaha, dan kebijakan stabilitas harga. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah indikator tata kelola yang lebih komprehensif dan periode pengamatan yang lebih panjang guna menangkap dinamika efisiensi dalam jangka panjang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study employs a quantitative explanatory approach using panel data regression to examine the determinants of banking efficiency in Indonesia. The research aims to analyze the effects of Non-Performing Loans (NPL), Bank Size, Good Corporate Governance (GCG), and Inflation, as well as the moderating role of inflation, on bank operational efficiency measured by the BOPO ratio. The study uses secondary data from IDX-listed banks during 2019–2023, consisting of 120 bank-year observations. Panel regression estimation is conducted using the Fixed Effect Model with robust standard errors to address heteroskedasticity and autocorrelation problems. The results show that NPL, Bank Size, and Inflation have a significant effect on bank efficiency, while GCG does not significantly affect efficiency. Furthermore, inflation does not moderate the relationships between NPL, Bank Size, or GCG and BOPO. These findings indicate that bank efficiency is primarily driven by credit risk, scale effects, and macroeconomic price dynamics rather than governance mechanisms or interaction effects between variables. The study concludes that improving credit quality, managing bank size, and strengthening responsiveness to inflationary conditions are essential for enhancing banking efficiency. Theoretically, the results contribute to the literature on bank efficiency by integrating intermediation theory with macroeconomic and risk perspectives. Practically, the findings imply the need to reinforce credit risk management, optimize scale efficiency, and formulate policies that maintain price stability. Future research is recommended to include broader governance indicators and longer observation periods to capture dynamic efficiency adjustments over time.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save