Home
Login.
Artikelilmiahs
51094
Update
YUMNA AFIFAH RONA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH SEKTOR INDUSTRI PARIWISATA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI WILAYAH EKS BARLINGMASCAKEB TAHUN 2014-2023
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indikator utama kemandirian fiskal pemerintah daerah dan sumber pendanaan utama untuk pengembangan regional. Studi ini menganalisis dampak sektor pariwisata terhadap PAD di wilayah bekas Barlingmascakeb dari tahun 2014 hingga 2023. Sektor pariwisata dianggap sebagai aset strategis untuk mendukung pembiayaan regional yang berkelanjutan. Studi ini menggunakan data sekunder dari BPS dan Bappeda Provinsi Jawa Tengah. Variabel independen meliputi jumlah wisatawan domestik, objek wisata, hotel, dan restoran. Regresi data panel diterapkan dengan data time series dari tahun 2014 hingga 2023 dan data cross-section yang mencakup Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen. Hasil menunjukkan bahwa jumlah wisatawan domestik, objek wisata, dan hotel secara signifikan dan positif mempengaruhi PAD baik secara simultan maupun parsial. Namun, jumlah restoran tidak menunjukkan efek yang signifikan. Temuan ini menyarankan agar pemerintah daerah meningkatkan infrastruktur pariwisata, mempromosikan destinasi, memperbaiki pengelolaan pajak pada hotel dan restoran, serta menyederhanakan perizinan usaha untuk memaksimalkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD dan kesejahteraan regional.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Locally-generated revenue (PAD) is a key indicator of local government fiscal independence and a primary funding source for regional development. This study analyzes the impact of the tourism sector on PAD in the former Barlingmascakeb region from 2014 to 2023. The tourism sector is considered a strategic asset to support sustainable regional financing. The study uses secondary data from BPS and Bappeda Central Java Province. The independent variables are the number of domestic tourists, tourist attractions, hotels, and restaurants. Panel data regression is applied with time series data from 2014 to 2023 and cross-sections including Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, and Kebumen Regencies. Results show that domestic tourists, tourist attractions, and hotels significantly and positively influence PAD both simultaneously and partially. However, the number of restaurants does not show a significant effect. The findings suggest that local governments should enhance tourism infrastructure, promote destinations, improve tax management on hotels and restaurants, and simplify business licensing to maximize the tourism sector’s contribution to PAD and regional welfare.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save