Home
Login.
Artikelilmiahs
51093
Update
NAURA DANISWARA
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Paru Bangsal Penyakit Dalam RSUD Banyumas dengan Kriteria Gyssens
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Infeksi paru masih menjadi permasalahan utama dalam praktik klinis, terutama terkait tingginya angka morbiditas dan mortalitas yang ditimbulkan, serta kecenderungan peningkatan resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak rasional di rumah sakit. Fenomena penggunaan antibiotik yang tidak sesuai kaidah menimbulkan urgensi dilakukannya evaluasi kualitatif terhadap ketepatan terapi, khususnya pada pasien dewasa dengan infeksi paru di RSUD Banyumas, agar efektivitas pengobatan dapat dioptimalkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kualitatif penggunaan antibiotik dengan menggunakan kriteria Gyssens pada pasien infeksi paru di bangsal penyakit dalam RSUD Banyumas. Metodologi: Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif retrospektif melalui pengambilan data sekunder dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik consecutive sampling. Data mencakup identitas pasien, diagnosis klinis, jenis antibiotik, dosis, interval, rute, durasi pemberian, efektivitas, keamanan, biaya terapi, serta hasil pemeriksaan penunjang, yang dianalisis menggunakan algoritma kriteria Gyssens secara univariat. Hasil: Terdapat 38 rekam medis dengan 67 peresepan antibiotik sebagai terapi empiris dan definitif. Antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu ceftriaxone injeksi (47,3%) dengan mayoritas pasien berusia >65 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Sebanyak 52,2% penggunaan antibiotik memenuhi kategori rasional (kategori 0), namun 47,8% penggunaan antibiotik tidak rasional pada kategori IVA yaitu terdapat penggunaan antibiotik lain yang lebih efektif (41,8%), kategori IIIB yaitu durasi penggunaan antibiotik terlalu singkat (4,5%) dan kategori IIA yaitu dosis penggunaan antibiotik tidak tepat (1,5%). Kesimpulan: Berdasarkan 38 rekam medis yang dianalisis, tercatat 67 peresepan antibiotik dengan 35 peresepan antibiotik (52,2%) telah memenuhi kriteria penggunaan antibiotik rasional.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Pulmonary infection remains a major problem in clinical practice, particularly in relation to the high morbidity and mortality rates it causes, as well as the tendency for increased antibiotic resistance due to irrational use in hospitals. The phenomenon of inappropriate antibiotic use necessitates a qualitative evaluation of the appropriateness of therapy, particularly in adult patients with pulmonary infections at Banyumas Regional General Hospital, in order to optimize treatment effectiveness. Objective: This study aims to qualitatively evaluate antibiotic use using Gyssens criteria in patients with pulmonary infections in the internal medicine ward of Banyumas Regional General Hospital. Methodology: This study used a retrospective descriptive observational design through secondary data collection from patient medical records that met the inclusion and exclusion criteria using consecutive sampling. The data included patient identity, clinical diagnosis, type of antibiotic, dosage, interval, route, duration of administration, effectiveness, safety, cost of therapy, and supporting examination results, which were analyzed using the Gyssens criteria algorithm. Results: There were 38 medical records with 67 antibiotic prescriptions as empirical and definitive therapy. The most commonly used antibiotic was ceftriaxone injection (48.1%), with the majority of patients being >65 years old and male. 52,2% of antibiotic use classified as the rational category (category 0), but 47,8 % of antibiotic use was deemed irrational in category IVA, indicating more effective alternatives available (41.8%), category IIIB, indicating short duration of antibiotic (4.5%), and category IIA, indicating inappropriate dosage (1.5%). Conclusion: In this study, 38 medical records evaluated with 67 antibiotic prescriptions reviewed, 35 antibiotic uses (52,2%) met the criteria for rational antibiotic use
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save