Home
Login.
Artikelilmiahs
51083
Update
MUHAMMAD PRADANA KANZ
NIM
Judul Artikel
Analisis Pengaruh Pembentukan Modal Tetap Bruto, Modal Manusia, Jumlah Industri Manufaktur, dan Ekspor Non-Migas terhadap Middle-Income Trap Di Indonesia Tahun 2002-2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Middle-Income Trap (MIT) merupakan kondisi ketika suatu negara middle-income tidak dapat bergerak ke status high-income dalam jangka waktu tertentu. Middle-income trap dalam penelitian ini diukur dengan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) per kapita, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor apa saja yang memengaruhi pendapatan nasional bruto per kapita di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pembentukan modal tetap bruto, modal manusia, jumlah industri manufaktur, dan ekspor nonmigas terhadap pendapatan nasional bruto per kapita di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data time series sekunder yang dianalisis dengan metode regresi linier berganda. Sumber data sekunder yang diolah diperoleh dari Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber resmi dan kredibel, antara lain Badan Pusat Statistik (BPS), World Bank, Trading Economics, serta sumber lainnya seperti buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan modal tetap bruto dan ekspor non-migas berpengaruh positif secara signifikan terhadap pendapatan nasional bruto per kapita di Indonesia. Sedangkan modal manusia dan jumlah industri manufaktur tidak berpengaruh terhadap pendapatan nasional bruto per kapita di Indonesia. Berdasarkan kesimpulan tersebut, implikasi penelitian ini adalah bahwa untuk keluar dari middle-income trap, Indonesia mempertahankan investasi fisik seperti pembangunan infrastruktur dan perbaikan iklim investasi. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan sangat penting untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten. Sektor industri manufaktur perlu dilakukan perubahan agar kualitas dan efisiensinya sehingga mampu menambah pendapatan nasional. Pemerintah juga perlu mendorong ekspor non-migas dengan memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk ekspor.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Middle-Income Trap (MIT) is a condition in which a middle-income country is unable to transition to highincome status within a certain period. In this study, the middle-income trap is measured using Gross National Income (GNI) per capita; therefore, it is important to understand the factors that influence GNI per capita in Indonesia. The purpose of this study is to examine the effects of gross fixed capital formation, human capital, the number of manufacturing industries, and non-oil and gas exports on GNI per capita in Indonesia. This study uses secondary time-series data analyzed using multiple linear regression methods. The secondary data processed in this research are obtained from various official and credible sources, including Statistics Indonesia (BPS), the World Bank, Trading Economics, as well as other sources such as books, scientific articles, and previous research findings. The results of the study show that gross fixed capital formation and non-oil and gas exports have a positive and significant effect on GNI per capita in Indonesia. Meanwhile, human capital and the number of manufacturing industries do not have a significant effect on GNI per capita in Indonesia. Based on these conclusions, the implications of this study are that, in order to escape the middle-income trap, Indonesia need to maintain physical investment such as infrastructure development and improvements in the investment climate. In addition, improving the quality of human resources through education and training is crucial. The manufacturing sector also needs transformation to enhance its quality. The government should promote non-oil and gas exports by expanding markets and improving the quality of export products.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save