Home
Login.
Artikelilmiahs
51081
Update
KEISHA ZAHARANI SALSABIL
NIM
Judul Artikel
Pengaruh IPM, Jumlah UMKM, Belanja Sosial, Belanja Modal, dan Jumlah Tenaga Kerja terhadap Ketimpangan Pendapatan di Kota Magelang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IPM, jumlah UMKM, Belanja Sosial, Belanja Modal, serta Jumlah Tenaga Kerja terhadap Ketimpangan Pendapatan di Kota Magelang pada tahun 2010-2024. Topik ini dipilih karena ketimpangan pendapatan di Kota Magelang masih menjadi persoalan serius yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Meskipun terdapat peningkatan pada IPM, jumlah UMKM, dan tenaga kerja, ketimpangan justru tetap terjadi. Hal ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam distribusi pembangunan dan belum optimalnya pemanfaatan belanja sosial dan belanja modal. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda data time series dan menggunakan uji asumsi klasik serta uji kelayakan model. Hasil uji menunjukkan bahwa model penelitian telah memenuhi persyaratan statistik, seperti normalitas, bebas multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Berdasarkan hasil analisis, IPM tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, yang menunjukkan bahwa peningkatan IPM belum dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Jumlah UMKM juga tidak berpengaruh signifikan, menandakan bahwa keberadaan UMKM belum secara langsung mampu menekan tingkat ketimpangan. Di sisi lain, belanja sosial, belanja modal, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan alokasi anggaran pada sektor sosial dan pembangunan, serta perluasan kesempatan kerja, berperan penting dalam menurunkan ketimpangan pendapatan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pemerintah daerah untuk lebih memprioritaskan pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to examine the influence of the Human Development Index (HDI), the number of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), social expenditure, capital expenditure, and workforce size on income inequality in Magelang City from 2010 to 2024. This topic was chosen because income inequality in Magelang City remains a significant issue affecting community welfare. Despite improvements in HDI, MSMEs, and workforce growth, inequality continues to persist, indicating an imbalance in development distribution and the suboptimal use of social and capital spending. The study uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis based on time series data, accompanied by classical assumption tests and model feasibility testing. The results show that the model meets statistical requirements, including normality, no multicollinearity, homoscedasticity, and no autocorrelation. The analysis reveals that HDI has no significant effect on income inequality, suggesting that the benefits of human development have not been evenly distributed across all social groups. Similarly, the number of MSMEs does not show a significant effect, indicating that their presence has not directly helped reduce inequality. On the other hand, social expenditure, capital expenditure, and workforce size have significant negative effects on income inequality. These findings indicate that increased allocation to social and development spending, along with expanded employment opportunities, play a vital role in reducing inequality. The results imply that local governments should prioritize equitable development and strengthen the community’s economy through inclusive and sustainable policies.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save