Home
Login.
Artikelilmiahs
51019
Update
NADA ZEIN
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PARTISIPASI, PROGRAM PATRIOT DESA DAN INDEKS DESA MEMBANGUN TERHADAP TINGKAT KEBERDAYAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DI KABUPATEN KARAWANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemberdayaan merupakan bagian dari proses pembangunan desa dalam mencapai tujuan pembangunan. Partisipasi menjadi faktor kunci yang menentukan keberhasilan pencapaian tersebut. Pada tahun 2024 Provinsi Jawa Barat menempati peringkat pertama penduduk terbanyak, yakni sebanyak 50.345.200 jiwa atau 17,88% dari penduduk total di Indonesia. Secara administratif, sebanyak 36.219.635 jiwa atau 72,53% dari total penduduk Jawa Barat tinggal di desa. Tingginya jumlah penduduk berimplikasi kepada berbagai permasalahan sosial, diantaranya penurunan kualitas desa dan peningkatan angka pengangguran. Data Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2024 menunjukkan bahwa Kabupaten Karawang memiliki desa berstatus berkembang terbanyak ke-3 di Jawa Barat, yakni 74 dari 297 desa masih berstatus berkembang. Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) memegang peran penting dalam melaksanakan pemberdayaan desa sebagaimana tugasnya menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Namun, dalam praktiknya LKD belum optimal dalam melakukan tugasnya karena keterbatasan akses dan pengetahuan. Pemerintah daerah mengambil langkah penting dalam mengatasi hal ini salah satunya dengan membuat Program Patriot Desa sebagai bentuk pendampingan peran LKD dalam mencapai keberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, tingkat partisipasi dan keberdayaan LKD, serta menganalisis pengaruh karakteristik, partisipasi, Program Patriot Desa dan IDM terhadap tingkat keberdayaan LKD di Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, analisis deskriptif dan metode regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 22. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat partisipasi tertinggi LKD di Kabupaten Karawang adalah tingkat co-learning, sedangkan tingkat partisipasi terendah adalah collective action. Pada tingkat keberdayaan LKD, semua indikator termasuk dalam kategori sangat tinggi dan tingkat keberdayaan tertinggi adalah power to (Tingkat Kesadaran Ingin Berubah) dan power within (Tingkat Kemampuan Meningkatkan Kapasitas). Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa karakteristik, partisipasi, Program Patriot Desa dan Indeks Desa Membangun (IDM) berpengaruh terhadap tingkat keberdayaan LKD. Pada variabel karakteristik, indikator yang berpengaruh adalah tingkat pendidikan. Namun, memiliki arah hubungan negatif, artinya semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin rendah keberdayaan LKD. Sedangkan, indikator yang paling berpengaruh pada variabel partisipasi adalah collective action, pada variabel Program Patriot Desa adalah pemasaran, dan pada IDM adalah Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Empowerment is part of the process of achieving the goals of village development. Partisipasi merupakan faktor kunci yang menentukan keberhasilan pencapaian tersebut. In 2024, West Java was the province with the largest population, at 50,345,200 people, or 17.88% of the total population in Indonesia. Administratively, 36,219,635 people, or 72.53% of the total population of West Java, live in rural areas. The high population density has led to various social issues, including a decline in the quality of villages and an increase in unemployment. Data Indeks Desa Membangun (IDM) 2024 menunjukan bahwa Karawang adalah kabupaten di Jawa Barat dengan jumlah desa berstatus berkembang terbanyak ke-3, dengan 74 dari 297 desanya masih berstatus berkembang. The Village Community Institution (LKD) plays a key role in village empowerment, as it is responsible for connecting the government and the community. However, in practice, LKDs have not been operating at full capacity due to limited access and knowledge. The regional government has taken important steps to address this, including launching the Program Patriot Desa to support the LKD in achieving empowerment. This study aims to determine the characteristics, level of participation, and empowerment of LKDs, as well as to analyze the influence of characteristics, participation, the Patriot Desa Program, and IDM on the level of LKD empowerment in Karawang Regency. The study used a quantitative approach, descriptive analysis, and multiple linear regression using SPSS version 22. The results of the descriptive analysis indicate that the highest level of participation among LKD in Karawang Regency is at the co-learning level, whereas the lowest level of participation is collective action. In terms of LKD empowerment, all indicators fall into the very high category, with the highest levels of empowerment observed in power to (Awareness and Willingness to Change) and power within (Capacity Enhancement Ability). The multiple linear regression analysis demonstrates that characteristics, participation, the Patriot Desa Program, and the Village Development Index (IDM) influence the level of LKD empowerment. Within the characteristics variable, the indicator that shows a significant effect is educational attainment. However, it exhibits a negative relationship, meaning that the higher the level of education, the lower the LKD empowerment. Meanwhile, the most influential indicator in the participation variable is collective action; in the Patriot Desa Program variable, it is marketing; and in the IDM variable, it is the Environmental Resilience Index (IKL).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save