Home
Login.
Artikelilmiahs
50908
Update
DANDY FERNALDY
NIM
Judul Artikel
IMPLEMENTASI FUNGSI KEHUMASAN DALAM LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI UPAYA MENJAGA EKSISTENSI LEMBAGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi fungsi kehumasan dijalankan dalam Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) sebagai upaya menjaga eksistensi lembaganya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan memilih pihak-pihak yang menjalankan fungsi komunikasi dan kehumasan dalam LPPSLH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun LPPSLH tidak memiliki divisi kehumasan secara struktural, fungsi kehumasan tetap berjalan melalui peran lintas bidang. Fungsi kehumasan dalam LPPSLH dijalankan untuk mendukung aktivitas advokasi, membangun hubungan dengan mitra strategis, menyampaikan program kepada publik, serta membentuk citra positif lembaga. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori Excellence dari James E. Grunig, yang menekankan pentingnya public relations sebagai fungsi manajerial dalam suatu organisasi. LPPSLH menunjukkan penerapan tiga komponen utama dalam teori tersebut, yaitu knowledge core, shared expectation, dan participative culture. Ketiga komponen tersebut berkontribusi pada upaya menjaga keberlanjutan dan eksistensi organisasi. Kendala utama yang dihadapi LPPSLH adalah keterbatasan SDM profesional di bidang komunikasi dan ketiadaan struktur formal kehumasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fungsi kehumasan yang adaptif dan strategis dapat tetap dijalankan, meskipun dalam keterbatasan, selama organisasi memiliki budaya kerja yang partisipatif dan kesadaran akan pentingnya komunikasi publik
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to examine how the functions of public relations are implemented within the Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) as an effort to maintain the organization’s existence. This research employs a qualitative approach, and uses a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, targeting individuals responsible for communication and public relations functions within LPPSLH.The results show that although LPPSLH does not have a formally established public relations division, PR functions are still carried out across various organizational roles. Public relations at LPPSLH serve to support advocacy activities, build relationships with strategic partners, communicate program to the public, and establish a positive organizational image. The study applies James E. Grunig’s Excellence Theory, which emphasizes the importance of public relations as a managerial function in an organization. LPPSLH demonstrates the application of three key components of the theory: knowledge core, shared expectation, and participative culture. These elements contribute to the sustainability and ongoing relevance of the organization. The main challenges faced by LPPSLH include limited human resources with professional communications expertise and the absence of a formal PR structure. This research concludes that adaptive and strategic public relations functions can still be effectively implemented despite organizational limitations, as long as there is a participatory work culture and awareness of the importance of public communication
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save