Home
Login.
Artikelilmiahs
50862
Update
RIEN AZIZAH MUFADHILA
NIM
Judul Artikel
Perbandingan Intensitas Dan Prevalensi Ektoparasit Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Di Tiga Wilayah Berbeda Di Kabupaten Banjarnegara
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan nila (Oreochromis niloticus) serta membandingkan intensitas dan prevalensi infeksi pada ikan yang dibudidayakan di tiga kecamatan di Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 30 ekor ikan dengan ukuran berkisar 9,6–13,4 cm (11,5 ± 1,9 cm) diambil menggunakan metode simple random sampling. Data prevalensi dan kualitas air dianalisis secara deskriptif, sedangkan intensitas ektoparasit antar lokasi diuji menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan analisis signifikansi (p<0,05) untuk mengetahui perbedaan antar wilayah. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut. Hasil penelitian menunjukkan lima jenis ektoparasit, yaitu Trichodina sp., Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., Vorticella sp., dan Chilodonella sp. Nilai intensitas ektoparasit secara total baik dari permukaan tubuh dan insang yang ditemukan pada Kecamatan Banjarnegara sebesar 72,2 ind/ekor, Kecamatan Bawang 26,6 ind/ekor, dan Kecamatan Purwanegara 25,67 ind/ekor. Hasil nilai prevalensi dari Kecamatan Banjarnegara (10–100%), sedangkan Bawang dan Purwanegara masing-masing berkisar 0–100% dan 0–90%. Kualitas air berkisar pada suhu 26,8–31,4 °C, pH 5,46–7,34, dan oksigen terlarut 3,64–8,04 mg/L. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai signifikansi (p <0,05) dan menunjukkan bahwa perbedaan signifikan hanya terjadi antara Kecamatan Purwanegara dan Kecamatan Bawang dengan nilai p = 0,02
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this study was to identify the species of ectoparasites infecting Nile tilapia (Oreochromis niloticus) and to compare the intensity and prevalence of infection in fish cultured across three districts in Banjarnegara Regency. A total of 30 fish measuring 9.6–13.4 cm (11.5 ± 1.9 cm) were collected using a simple random sampling method. Prevalence and water quality data were analyzed descriptively, while ectoparasite intensity among locations was examined using the Kruskal–Wallis test, followed by significance analysis (p < 0.05) to determine differences between districts. Water quality parameters measured included temperature, pH, and dissolved oxygen. The results revealed five ectoparasite species: Trichodina sp., Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., Vorticella sp., and Chilodonella sp. The total intensity of ectoparasites from both the body surface and gills was recorded as 72.2 ind/fish in Banjarnegara, 26.6 ind/fish in Bawang, and 25.67 ind/fish in Purwanegara District. Prevalence values ranged from 10–100% in Banjarnegara, 0–100% in Bawang, and 0–90% in Purwanegara. Water quality parameters ranged from 26.8–31.4°C for temperature, 5.46–7.34 for pH, and 3.64–8.04 mg/L for dissolved oxygen. The Kruskal–Wallis test showed a significant difference (p<0.05), indicating that a significant difference occurred only between Purwanegara and Bawang Districts with a p-value of 0.02
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save