Home
Login.
Artikelilmiahs
50859
Update
IRGI BAGUS MAULANA
NIM
Judul Artikel
STRATEGI PEMUDA DALAM MEMPERKENALKAN WISATA PERKOTAAN BANYUMAS MELALUI WALKING TOUR: STUDI FENOMENOLOGI PADA KOMUNITAS MLAMPAH SARENG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berfokus mengkaji strategi yang diterapkan oleh komunitas Mlampah Sareng dalam upaya memperkenalkan potensi perkotaan Banyumas melalui kegiatan walking tour. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdirinya Mlampah Sareng dilatarbelakangi oleh rasa penasaran dan ketertarikan dari sekelompok pemuda terhadap potensi wisata di perkotaan Banyumas. Adapun strategi yang diterapkan oleh Mlampah Sareng diantaranya penciptaan visual branding, promosi melalui media sosial dan pembuatan suvenir, membangun kolaborasi, dan eksplorasi ide serta inovasi program kegiatan. Selama berdiri, Mlampah Sareng memiliki peluang berupa kegiatan yang variatif namun tetap bermuatan potensi lokal, branding sosial media yang baik, dan kesempatan berkolaborasi bersama pemerintah. Adapun kendala yang dihadapi oleh Mlampah Sareng yaitu sumber daya manusia yang mulai berkurang, kendala teknis dan komunikasi dengan peserta, dan menurunnya minat peserta kegiatan di Banyumas. Melalui kegiatan walking tour tersebut, Mlampah Sareng dapat berkontribusi menciptakan alternatif metode berwisata di Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
community in an effort to introduce the urban potential of Banyumas through walking tour activities. Using qualitative methods with a phenomenological approach, this study utilized in-depth interviews, observation, and documentation as data collection methods. The results showed that the establishment of Mlampah Sareng was motivated by the curiosity and concern of a group of young people about the tourism potential in Banyumas urban areas. The strategies implemented included creating visual branding, promotion through social media and souvenir making, building collaborations, and exploring ideas and innovations in activity programs. During its existence, Mlampah Sareng had opportunities in the form of varied activities that still contained local potential, good social media branding, and opportunities to collaborate with the government. The obstacles faced by Mlampah Sareng were decreasing human resources, technical and communication problems with participants, and declining interest in activities in Banyumas. Through these walking tours, Mlampah Sareng can contribute to creating alternative methods of tourism in Banyumas.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save