Home
Login.
Artikelilmiahs
50841
Update
PUTRI PRIMA RAHMA SARWAHITA
NIM
Judul Artikel
Analisis Tingkat Kepuasan Petani Gula Semut Sebagai Mitra Pada PT Berkat Petani Indonesia Di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kemitraan dalam meningkatkan kesejahteraan petani gula semut, khususnya di tengah tantangan seperti fluktuasi harga, keterbatasan akses pasar, dan rendahnya nilai tambah yang diterima petani. PT Berkat Petani Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang menjalankan pola kemitraan langsung dengan petani di Kabupaten Banyumas dan Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui bentuk pelaksanaan kemitraan antara petani gula semut dengan PT Berkat Petani Indonesia, (2) Mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan petani terhadap pola kemitraan dengan PT Berkat Petani Indonesia, (3) Mengetahui rencana perbaikan terhadap pola kemitraan dengan PT Berkat Petani Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 83 petani mitra. Data dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengukur kesesuaian antara tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan terhadap tujuh atribut kemitraan, yaitu hubungan kemitraan, harga dan pembayaran, hubungan dengan perusahaan, fasilitas saprodi, bimbingan teknis, proses produksi dan pemasaran, serta kesejahteraan. Instrumen yang digunakan diuji validitas dan reliabilitasnya untuk memastikan kualitas data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemitraan antara petani dan PT Berkat Petani Indonesia telah berjalan dalam pola yang cukup sistematis dan terstruktur dengan menjalankan bentuk kemitraan inti-plasma sebagai penyedia sarana produksi, pelatihan teknis, dan akses pasar kepada petani. (2) Berdasarkan hasil analisis Importance Performance Analysis (IPA), atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan (kuadran I) adalah ketidakseimbangan hak dan kewajiban, kesesuaian harga beli gula semut dengan harapan petani, adanya insentif bonus bagi petani, kecukupan bantuan sarana produksi, terbatasnya akses informasi pasar, jaminan kesejahteraan petani. (3) Penelitian ini memberikan rencana perbaikan dengan meningkatkan ketepatan waktu dalam penyaluran sarana produksi, menyusun sistem penetapan harga yang lebih transparan dan adil, menyediakan informasi pasar dan permintaan secara rutin dan terbuka dan memperluas jaminan kesejahteraan petani seperti asuransi dan kontrak kerja yang berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study was motivated by the importance of partnerships in improving the welfare of palm sugar farmers, especially amid challenges such as price fluctuations, limited market access, and low added value received by farmers. PT Berkat Petani Indonesia is one of the companies that implements a direct partnership model with farmers in Banyumas and Purbalingga Regencies. The objectives of this study are to (1) determine the form of partnership between palm sugar farmers and PT Berkat Petani Indonesia, (2) determine the level of importance and satisfaction of farmers with the partnership model with PT Berkat Petani Indonesia, and (3) determine plans to improve the partnership model with PT Berkat Petani Indonesia. This research employs a case study approach with data collected through questionnaires and interviews with 83 partner farmers. The data were analyzed using the Importance Performance Analysis (IPA) method to evaluate the gap between perceived importance and performance across seven key partnership attributes: partnership relations, pricing and payment systems, relationship with the company, production input facilities (saprodi), technical guidance, production and marketing processes, and farmer welfare. The research instruments were tested for validity and reliability to ensure data quality. The results of the study show that: (1) The partnership between farmers and PT Berkat Petani Indonesia has been running in a fairly systematic and structured manner by implementing a core-plasma partnership model as a provider of production facilities, technical training, and market access to farmers. (2) Based on the results of the Importance Performance Analysis (IPA), the attributes that are the main priorities for improvement (quadrant I) are the imbalance of rights and obligations, the suitability of the purchase price of palm sugar with farmers' expectations, the existence of bonus incentives for farmers, the adequacy of production facilities assistance, limited access to market information, and guarantees for farmers' welfare. (3) This study provides an improvement plan by increasing the timeliness of production facility distribution, developing a more transparent and fair pricing system, providing regular and open market and demand information, and expanding farmer welfare guarantees such as insurance and sustainable employment contracts.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save