Home
Login.
Artikelilmiahs
50833
Update
OMNIA
NIM
Judul Artikel
Hubungan Status Gizi Dengan Angka Kejadian Anemia Pada Pasien Anak Rawat Inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2023
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang : Anemia adalah suatu keadaan yang terjadi karena berkurangnya jumlah sel eritrosit yang ada didalam tubuh. Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi anemia paling tinggi di Indonesia terdapat pada remaja dengan angka sebesar 32% dan anak usia 5-14 tahun dengan prevalensi 26,8%. Data dari WHO terkait prevalensi anemia di dunia mencapai 39,8% pada anak usia 6-59 bulan atau setara dengan 269 juta anak menderita anemia dengan prevalensi anemia balita tertinggi berada di kawasan Afrika. Tujuan : Mengetahui Hubungan Status gizi dan kejadian anemia pada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Margono Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode :Jenis penelitian ini adalah metode analitik korelasi dengan rancangan cross sectional dengan pendekatan retroprospektif. Populasi penelitian ini adalah pasien anak rawat inap yang terdiagnosis anemia di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pasien anemia berusia 1-17 tahun dengan data identitas dan hasil pemeriksaan laboratorium lengkap di inklusi sebagai subjek penelitian. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman pada taraf signifikansi 0,05. Hasil : Analisis terhadap 120 Pasien Anemia menunjukan mayoritas pasien adalah perempuan sejumlah 66 (55.0%) dan usia 12-17 tahun sejumlah 48 (40.0%). Rata rata pasien mengalami anemia sedang 80.8% dan status gizi baik rata rata 35.8%.Koefisien korelasi antara status gizi dan kejadian anemia sebesar -0,074 (p=0,424). Kesimpulan : Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara Status gizi dengan kejadian anemia di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Anemia is a medical condition characterized by a lack of blood number or lack of erythrocytes in the body. According to the data from RISKESDAS in 2018, the highest prevalence of anemia in indonesia is found in adolescents by 32% and in children aged 5 -14 years with 26.8%. According to data from World Health Organization (WHO) indicate that the global prevalence of anemia among children aged 6-59 months is 39.8%, equating to 269 million children affected with the highest prevalence observed in the african region. Objective: To determine the relationship between Nutritional Status and Anemia Incidence in hospitalized children patients of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Methods: This study is an analytical correlation design with a cross-sectional approach and a retrospective perspective. The study population comprises pediatric inpatients diagnosed with anemia in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. The inclusion criteria are children aged 1-17 years with complete identity data and laboratory test results. Sampling conducted using purposive sampling. exclusion criteria include patients with comorbidities. Data analysis performed using Spearman’s correlation test at a significance level of 0.05. Results: Analysis of 120 anemia patients revealed that the majority were female 66 patients (55%) and aged 12-17 years 48 patients (40.0%). The average severity of anemia was moderate (80.8%) and the average nutritional status was good (35.8%). The Spreaman correlation coefficient between nutritional status and the incidence of anemia was -0.074 (p=0.424). Conclusion: There is no significant correlation between nutritional status and the incidence of anemia in pediatric patient at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save