Home
Login.
Artikelilmiahs
50832
Update
CLARA DIVA ESPERANZA
NIM
Judul Artikel
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PEMABUK DALAM KECELAKAAN LALU LINTAS (Studi Putusan: Nomor: 69/Pid.Sus/2024/PN Jap dan Nomor: 156K/Pid/2024)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kecelakaan lalu lintas merupakan peristiwa tidak diduga di jalan raya yang dapat mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda. Penyebab utama kecelakaan lalu lintas adalah human error, yang salah satunya adalah pengemudi mabuk. Penelitian ini bertujuan membahas penerapan Pasal 310 dan Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan pertimbangan hukum hakim dalam mengkonstruksikan keadaan mabuk dalam dua perkara kecelakaan lalu lintas, yaitu Putusan Pengadilan Negeri Jayapura Nomor: 69/Pid.Sus/2024/PN Jap dan Putusan Mahkamah Agung Nomor: 156K/Pid/2024. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam menilai hubungan antara kesadaran pelaku dan akibat perbuatannya, yang berdampak pada perbedaan penerapan pasal dan penjatuhan sanksi pidana. Pada Putusan Nomor: 69/Pid.Sus/2024/PN Jap keadaan mabuk dikualifikasikan sebagai bentuk kesengajaan dengan sadar kemungkinan (dolus eventualis) sehingga diterapkan Pasal 311, sementara dalam Putusan MA Nomor 156K/Pid/2024 dianggap sebagai kelalaian (culpa lata) oleh karena itu diterapkan Pasal 310. Dengan demikian penelitian ini menekankan pentingnya standar yang lebih konsisten dalam mengkonstruksikan keadaan mabuk dalam perkara pidana lalu lintas guna menjamin kepastian dalam menilai pertanggungjawaban pidana oleh pengemudi mabuk.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Traffic accidents are unexpected incidents on public roads that may result in human casualties or property loss. The main causes of traffic accidents is human error, including driving under the influence of alcohol. This study aims to examine the application of Articles 310 and 311 of Law Number 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation, and the legal considerations of judges in constructing the concept of intoxication in two traffic accident cases: the Decision of the Jayapura District Court Number: 69/Pid.Sus/2024/PN Jap and the Supreme Court Decision Number: 156K/Pid/2024. This research is based on normative legal research using a statute approach, case approach, and conceptual approach. The study found that differences in the assessment of the relationship between the perpetrator's awareness and the consequences of their actions, which leads to disparities in the application of the articles and the imposition of criminal sanctions. In Case Number: 69/Pid.Sus/2024/PN Jap, the court construed the defendant's intoxication as a form of intent (dolus eventualis), thereby applying Article 311. Conversely, in Supreme Court Decision Number 156K/Pid/2024, the court categorized the conduct as gross negligence (culpa lata), leading to the application of Article 310. Therefore, this study highlights the need for more consistent standards in construing intoxication in traffic crime cases to ensure legal certainty and fairness in assessing criminal liability for drunk drivers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save