Home
Login.
Artikelilmiahs
50825
Update
RIKO PURNAMA CANDRA
NIM
Judul Artikel
Empowerment Communication and the Dynamics of Inmate Self-Transformation at the Purwokerto Narcotics Penitentiary
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tingginya angka residivisme, khususnya di kalangan narapidana kasus narkotika, tetap menjadi salah satu tantangan utama dalam sistem pemasyarakatan Indonesia. Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Purwokerto menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah narapidana residivis dari tahun 2021 hingga 2024, mencapai 55,4% pada tahun 2024. Situasi ini mengindikasikan perlunya pengkajian ulang terhadap efektivitas program rehabilitasi dan pemberdayaan, terutama terkait kualitas komunikasi yang terbangun antara petugas pemasyarakatan dan narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komunikasi pemberdayaan dan kontribusinya terhadap transformasi diri narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Purwokerto. Pendekatan kualitatif digunakan dengan purposive sampling untuk memilih informan, dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa komunikasi pemberdayaan memainkan peran krusial dalam menumbuhkan motivasi internal, meningkatkan kesadaran diri, dan mendorong perubahan perilaku di kalangan narapidana. Komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh petugas melalui pendekatan empatik, dialog terbuka, dan bimbingan intensif terbukti efektif dalam membentuk perkembangan kepribadian, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat kesiapan narapidana untuk reintegrasi sosial. Namun demikian, tantangan muncul karena lembaga pemasyarakatan ini juga berfungsi sebagai fasilitas rujukan bagi narapidana bermasalah yang dipindahkan dari institusi lain, sehingga memerlukan strategi komunikasi yang lebih adaptif dan personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi diri narapidana tidak hanya dipengaruhi oleh program rehabilitasi, tetapi juga, dan yang lebih penting, oleh kualitas komunikasi pemberdayaan yang diimplementasikan secara konsisten dan manusiawi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The high rate of recidivism, particularly among drug-related inmates, remains one of the major challenges within the Indonesian correctional system. Narkotika Class IIB Prison in Purwokerto has shown a significant increase in recidivist inmates from 2021 to 2024, reaching 55.4% in 2024. This situation indicates the need to reassess the effectiveness of rehabilitation and empowerment programs, especially regarding the quality of communication established between correctional officers and inmates. This study aims to analyze the process of empowerment communication and its contribution to inmates’ self-transformation at Narkotika Class IIB Prison in Purwokerto. A qualitative approach was employed with purposive sampling to select informants, and data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that empowerment communication plays a crucial role in fostering internal motivation, enhancing self-awareness, and encouraging behavioral change among inmates. Interpersonal communication conducted by officers through empathetic approaches, open dialogue, and intensive guidancenwas found to be effective in shaping personality development, improving skills, and strengthening inmates’ readiness for social reintegration. However, challenges arise as the prison also serves as a referral facility for problematic inmates transferred from other institutions, requiring communication strategies that are more adaptive and personalized. This study concludes that inmates’ self-transformation is influenced not only by rehabilitation programs but also, and more importantly, by the quality of empowerment communication implemented consistently and humanely.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save