Home
Login.
Artikelilmiahs
50734
Update
EGA AGUSTIN
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PERBEDAAN LEVEL PUPUK TERHADAP PRODUKSI KERING DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK RUMPUT PAKCHONG DEFOLIASI KETIGA PADA LAHAN REKLAMASI TAMBANG KAPUR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian pupuk kandang dan NPK terhadap produksi kering dan kandungan bahan organik rumput pakchong yang ditanam pada lahan kapur pascatambang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand), pupuk kandang dari feses sapi, pupuk NPK, dan tanah kapur pascatambang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 3 kelompok. Faktor pertama adalah level Pupuk kandang (K) yang terdiri dari 0; 5; 10 ton/defoliasi/ha. Faktor kedua adalah level Pupuk NPK (N) yang terdiri dari 0; 100; 200; 300 kg/defoliasi/ha. Penelitian dilakukan di lahan kapur pascatambang PT. Sinar Tambang Arthalestari Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Tiap unit ditanam di lahan berukuran 3 x 4 m dengan jarak tanam 0,75 x 1 m. Hasil analisis variansi menunjukkan tidak ada interaksi antara pupuk kandang dan NPK (P>0,05) terhadap bahan kering dan bahan organik. Hasil perlakuan pemberian pupuk kandang 10 ton/ha menghasilkan produksi bahan kering paling tinggi (P<0,01). Perlakuan pemberian NPK 300 kg/ha menghasilkan produksi bahan kering paling tinggi (P<0,01). Perlakuan pemberian pupuk kandang 10 ton/ha menghasilkan kandungan bahan organik paling tinggi (P<0,01). Perlakuan pemberian NPK 200 kg/ha menghasilkan kandungan bahan organik paling tinggi (P<0,01). Kesimpulan penelitian ini adalah perlakuan pemberian pupuk kandang 10 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha menghasilkan produksi bahan kering yang optimal serta pemberian pupuk kandang 10 ton/ha dan pupuk NPK 200 kg/ha menghasilkan kandungan bahan organik yang optimal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine the effect of the combination of manure and NPK fertilizer on dry production and organic matter content of pakchong grass planted on post-mining limestone land. The materials used in the study were Pakchong grass (Pennisetum purpureum cv Thailand), manure from cow feces, NPK fertilizer, and post-mining limestone soil. The method used in the study was an experimental method with a Randomized Complete Block Design (RCBD) with a factorial pattern of 3 x 4 with 3 groups. The first factor was the level of Manure (K) consisting of 0; 5; 10 tons/defoliation/ha. The second factor was the level of NPK Fertilizer (N) consisting of 0; 100; 200; 300 kg/defoliation/ha. The study was conducted on post-mining limestone land of PT. Sinar Tambang Arthalestari, Ajibarang District, Banyumas Regency. Each unit was planted on a 3 x 4 m plot with a spacing of 0.75 x 1 m. The results of the analysis of variance showed no interaction between manure and NPK (P>0.05) on dry matter and organic material. The results of the treatment of 10 tons/ha of manure resulted in the highest dry matter production (P<0.01). The treatment of 300 kg/ha of NPK resulted in the highest dry matter production (P<0.01). The treatment of 10 tons/ha of manure resulted in the highest organic material (P<0.01). The treatment of 200 kg/ha of NPK resulted in the highest organic material (P<0.01). The conclusion of this study is that the treatment of 10 tons/ha of manure and 300 kg/ha of NPK fertilizer resulted in optimal dry matter production and the application of 10 tons/ha of manure and 200 kg/ha of NPK fertilizer resulted in optimal organic material.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save