Home
Login.
Artikelilmiahs
50691
Update
WIBOWO JANUDARDONO
NIM
Judul Artikel
Analisis Pengaruh Aktivitas Sisi Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan (Studi Kasus: Kawasan Industri di Jl. Jend. A. Yani Purbalingga)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Arus lalu lintas di jalan-jalan kota sangat dipengaruhi oleh elemen-elemen hambatan samping, seperti parkir di badan jalan (On Street-Parking), penyeberangan pejalan kaki, dan kendaraan tidak bermotor (KTB), terutama di daerah dengan lalu lintas campuran. Studi ini melihat efek-efek ini pada Jalan Jenderal A. Yani di Purbalingga, Indonesia, yang merupakan rute industri penting yang menghubungkan lokasi-lokasi manufaktur utama dan melihat banyak lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menemukan faktor hambatan samping yang paling memengaruhi kecepatan rata-rata ruang kendaraan (SMS), (2) menggunakan regresi multivariat/berganda untuk memahami hubungan antara hambatan samping dan SMS, dan (3) menentukan model arus lalu lintas klasik—Underwood, Greenshield, atau Greenberg—yang paling sesuai dengan pola arus yang diamati dalam situasi lalu lintas campuran. Hasil awal menunjukkan bahwa kendaraan yang berhenti adalah elemen hambatan terbesar yang menurunkan SMS, sementara penyeberangan pejalan kaki dan KTB juga menyebabkan penundaan selama jam sibuk. Model Underwood, yang menunjukkan bagaimana kecepatan menurun secara eksponensial seiring bertambahnya kepadatan, merupakan model yang paling akurat untuk menggambarkan dinamika lalu lintas di Jalan Jenderal A. Yani, dengan kepadatan kritis 9,80 kendaraan per km yang mengindikasikan awal kemacetan. Temuan ini bermanfaat untuk menyusun rencana yang dapat meningkatkan arus lalu lintas di kawasan perkotaan-industri. Dengan mengatasi hambatan samping dan menggunakan model lalu lintas yang tepat, penelitian ini membantu mengembangkan pendekatan berbasis data untuk meningkatkan Tingkat Pelayanan (LOS) pada jalan dengan hambatan samping yang tinggi, terutama di negara-negara berkembang yang menghadapi tantangan lalu lintas serupa. Pekerjaan ini membantu dalam mengelola lalu lintas perkotaan dengan meletakkan dasar bagi perencanaan yang mengakomodasi lalu lintas campuran dan mengurangi kemacetan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Traffic flow on city roads is significantly affected by side-friction elements, such as on-street parking (OTP), pedestrian crossings, and non-motorized vehicles (NMVs), especially in mixed-traffic areas. This study examines these effects on Jalan Jenderal A. Yani in Purbalingga, Indonesia, which is an important industrial route connecting major manufacturing locations and sees significant vehicle and pedestrian traffic. The objectives of this study are to (1) identify the side-friction factors that most influence the space mean speed (SMS), (2) use multivariate/multiple regression to understand the relationship between side-friction and SMS, and (3) determine which classical traffic flow model—Underwood, Greenshield, or Greenberg—best fits the observed flow patterns in mixed-traffic situations. Preliminary results indicate that stopped vehicles are the largest single-contact element that decreases SMS, while pedestrian crossings and NMVs also contribute to peak-hour delays. The Underwood model, which shows how speed decreases exponentially with density, is the most accurate model for describing traffic dynamics on Jalan Jenderal A. Yani, with a critical density of 9.80 vehicles per km indicating the onset of congestion. These findings are useful for developing plans to improve traffic flow in urban-industrial areas. By addressing side frictions and using appropriate traffic models, this research helps develop a data-driven approach to improving the Level of Service (LOS) on roads with high side frictions, particularly in developing countries facing similar traffic challenges. This work helps in managing urban traffic by laying the groundwork for planning that accommodates mixed traffic and lessens congestion.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save