Home
Login.
Artikelilmiahs
50661
Update
DIMAS GEMA RAMADHAN
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Waru dan Bambu Terhadap Kecernaan Protein Kasar dan Serat Kasar Pakan Domba
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis penambahan tepung daun Waru dan daun Bambu. Penelitian dilaksanakan di UD. Amanah, Desa Datar Kec. Sumbang, Kab. Banyumas. Analisis kimia dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Jenderal Soedirman, pengujian analisis kadar protein kasar pakan konsentrat pemberian di Laboratorium Loka Pengujian Standar Instrumen Ruminansia Besar. Penelitian menggunakan 24 ekor domba ekor tipis (koefisien keragaman 10%) berumur 12-18 bulan. Rancangan Acak Lengkap digunakan dengan enam perlakuan: P0 (jerami padi amoniasi + konsentrat); P1 (P0 + TDW 2,4 gr/kg konsentrat); P2 (P0 + TDW 1,8 g/kg konsentrat + TDB 0,325 g/kg konsentrat); P3 (P0 + TDW 1,2 g/kg konsentrat + TDB 0,65 g/kg konsentrat); P4 (P0 + 0,6 g TDW/ kg konsentrat + 0,975 g TDB/kg konsentrat); P5 (P0 + TDB 1,3 g/kg konsentrat)) dan enam ulangan. Parameter yang diukur kecernaan protein kasar dan serat kasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecernaan protein kasar berkisar antara 61,69-65,94% dan hasil dari rataan kecernaan serat kasar berkisar antara 37,77-41,55%. Analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung daun Waru dan daun Bambu berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan protein kasar akan tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan serat kasar domba. Hasil uji lanjut menunjukan penambahan 1,2 g TDW + 0,65 TDB manunjukan hasil terbaik untuk menaikan kecernaan protein kasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kombinasi tepung daun Waru dan daun Bambu 1,2 gr/kg BK konsentrat dan 0,65 gr/kg BK konsentrat terbaik dalam meningkatkan kecernaan protein kasar, dan cenderung meningkatkan (P=0,616) kecernaan serat kasar pakan domba lokal
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to examine the effect of the dosage of Waru leaf flour and Bamboo leaves. The study was conducted at UD. Amanah, Datar Village, Sumbang District, Banyumas Regency. Chemical analysis was carried out at the Animal Nutrition and Feed Laboratory of Jenderal Soedirman University, and crude protein content analysis of concentrate feed was conducted at the Large Ruminant Instrument Standard Testing Laboratory. The study used 24 thin-tailed sheep (coefficient of variation 10%) aged 12-18 months. A Completely Randomized Design was used with six treatments: P0 (ammoniazed rice straw + concentrate); P1 (P0 + TDW 2.4 g/kg concentrate); P2 (P0 + TDW 1.8 g/kg concentrate + TDB 0.325 g/kg concentrate); P3 (P0 + TDW 1.2 g/kg concentrate + TDB 0.65 g/kg concentrate); P4 (P0 + 0.6 g TDW/kg concentrate + 0.975 g TDB/kg concentrate); P5 (P0 + TDB 1.3 g/kg concentrate)) and six replications. The parameters measured were crude protein and crude fiber digestibility. The results of the analysis showed that crude protein digestibility ranged from 61.69-65.94% and the results of the average crude fiber digestibility ranged from 37.77-41.55%. Analysis of variance showed that the addition of Waru leaf flour and Bamboo leaves had a very significant effect (P <0.01) on crude protein digestibility but had no significant effect (P>0.05) on crude fiber digestibility of sheep. Further test results showed that the addition of 1.2 g TDW + 0.65 TDB showed the best results for increasing crude protein digestibility. This study concluded that the combination of Waru leaf flour and bamboo leaves 1.2 gr/kg DM concentrate and 0.65 gr/kg
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save