Home
Login.
Artikelilmiahs
5063
Update
PANDU TRIAWAN
NIM
Judul Artikel
RUMAH ASPIRASI BUDIMAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI POLITIK ANGGOTA DPR RI BUDIMAN SUDJATMIKO DENGAN KONSTITUENNYA DI DAPIL VIII JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Rumah Aspirasi Budiman (RAB) Sebagai Media Komunikasi Politik Anggota DPR Budiman Sudjatmiko dengan Konstituennya di Dapil VIII Jawa Tengah meliputi latar belakang dan program kerja serta bentuk kegiatan Rumah Aspirasi Budiman sebagai media komunikasi politik antara Budiman Sudjatmiko dan konstituenya, dalam menjadikan masyarakat yang maju dan sejahtera. Rumah Aspirasi Budiman menjadi media penyambung komunikasi masyarakat kepada pemerintah pusat yang diwakili oleh Budiman Sudjatmiko di DPR RI, agar hubungan antara pemerintah pusat dengan konstituennya tetap terjalin dengan baik. Selain itu RAB juga ikut serta dalam mendampingi masyarakat yang berada di dalam zona konflik agraria serta turut serta dalam membahas rancangan UU Desa demi kesejahteraan serta kejelasan status perangkat desa dalam pemerintahan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Rumah Aspirasi Budiman mampu memberikan solusi mengenai tidak berjalannya komunikasi secara maksimal antara masyarakat dengan pemerintah pusat melalui calon terpilih di daerah pemilihannya. Terbentuknya RAB juga menjelaskan interaksi asosiatif yakni : Akomodasi, Asimilasi, dan Akulturasi. Budiman Sudjatmiko tetap menjaga komunikasi dengan konstituen melalui RAB. Berdirinya RAB sangat membantu sebagai peran pendamping konstituen ditengah permasalahan agraria yang terjadi di masyarakat meliputi Banyumas dan Cilacap, melalui cara Litigasi dan Non-litigasi. Selain sebagai pendamping konstituen RAB turut serta berperan dalam pembahasan UU Desa agar segera diterbitkan, menuntut pembagian 6,8% sampai 10% dari APBN dalam mengembangkan kapasitas desa demi membangun desa yang maju dengan meningkatkan SDM dan SDA di desa. Dengan adanya pendekatan RAB dalam memperjuangkan masyarakat, pola komunikasi masyarakat dengan pemerintah pusat terjalin tanpa ada pro dan kontra pada konstituen dalam pemilu. Terbentuknya RAB juga diharapkan mampu menjadikan sebuah contoh kepada anggota legislatif lain dalam menjalin komunikasi politik dan interaksi sosial dengan konstituen tetap terjaga dengan baik sehingga tidak ada lagi kesenjangan antara konstituen dengan calon terpilih yang sudah diberikan kepercayaan oleh masyarakat di DPR RI dalam melaksanakan perannya sebagai wakil rakyat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to determine the Budiman Aspirations House (RAB) as Members of Parliament Political Media Communication and their constituents at Electoral District VIII in Central Java includes the background and work programs and activities of Budiman Aspirations House as a media of political communication between Budiman Sudjatmiko and his constituents, in making advanced society and prosperous. Budiman Aspirations House became into connective communication media communities to the central government, represented by Budiman Sudjatmiko in the House of Representatives, so the relationship between the central government and their constituents well. Additionally RAB also participated in assisting people who are in the agrarian conflict zones and participate in discussing the draft law of the village for the welfare and the clarity of the device status in the village government. The results of this study indicate that the Budiman Aspirations House is able to provide solutions about the ineffectiveness communication between the community and the central government. RAB also explain of associative interactions namely: Accommodation, Assimilation, and Acculturation. RAB establishment is also very helpful as a constituency assistant role amid agrarian problems that occur in the community include Banyumas and Cilacap, by way of litigation and non-litigation. Aside from being a companion of constituents, RAB participated by play a role in the discussion of the Village Law to be published immediately, demanding the division of 6.8% to 10% of the state budget in developing the capacity of village by increasing human and natural resources in the village. With the RAB approach in the fight for the public, the public communication patterns stranded with the central government without any pros and cons to the constituency in elections. RAB establishment is also expected to make an example to other legislators in establishing political communication and social interaction with constituents to maintained well and no gaps between the constituents of the elected candidate who has been entrusted by the people in carrying out its role as representative of the people.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save