Home
Login.
Artikelilmiahs
50623
Update
LUTHFIYAH QURROTUL AINI
NIM
Judul Artikel
Register Selingkung Terbatas sebagai Identitas dari Komunitas Indonesia Main Genshin (Indomi)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan makna register selingkung terbatas yang digunakan dalam komunitas pemain game online Genshin Impact, yaitu komunitas Indonesia Main Genshin (Indomi) yang hadir di Discord. Penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode simak dan cakap. Data primer diperoleh dari kanal percakapan #💀.seputar-abyss pada server Discord Indomi, sedangkan data sekunder berasal dari referensi pendukung, seperti penelitian terdahulu, kamus, dan sumber tutorial permainan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas Indomi mengembangkan register khusus berupa kata dan frasa. Beberapa contoh register yang ditemukan meliputi “hydro”, “pyro”, “abyss”, “kuning”, hingga frasa seperti “11-1” dan “set MH”. Register tersebut memiliki makna kontekstual yang hanya dapat dipahami oleh anggota komunitas sehingga mencerminkan identitas kelompok, solidaritas sosial, serta tingkat pemahaman terhadap permainan. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa bahasa dalam komunitas digital tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas sosial dan budaya komunitas virtual.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to identify the forms and meanings of register selingkung terbatas employed within the Indonesian Genshin Impact gaming community—specifically the Discord-based Indonesia Main Genshin (Indomi) community. The author employs a qualitative descriptive approach, with data collection via the simak and cakap methods. Primary data were gathered from the #💀.seputar-abyss channel on the Indomi Discord server, while secondary data were drawn from supporting references, including prior studies, dictionaries, and game tutorials. The research findings reveal that the Indomi community develops a specialized register composed of specific words and phrases. Examples include lexical items such as “hydro”, “pyro”, “abyss”, “kuning”, and phrases like “11‑1” and “set MH”. These registers carry context-dependent meanings understood only by community members, thereby signaling group identity, social solidarity, and in-depth familiarity with the game. The findings strengthen the view that language in digital communities functions not only as a means of communication but also as a marker of social and cultural identity in virtual settings.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save