Home
Login.
Artikelilmiahs
50580
Update
SALSA AMELIA
NIM
Judul Artikel
Persepsi Perajin Gula Semut terhadap Pelaksanaan Kemitraan dengan CV Agro Berdikari di Kabupaten Kebumen
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kemitraan merupakan kerja sama yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dengan Usaha Besar. Gula semut merupakan gula kelapa berbentuk serbuk halus yang diproduksi dari nira kelapa. Salah satu perusahaan di Kabupaten Kebumen yang menjalin kemitraan dengan perajin gula semut adalah CV Agro Berdikari. Adanya kendala seperti kurang meratanya dukungan sarana dan prasarana, perajin yang menjual hasil produksinya ke perusahaan lain, dan munculnya perusahaan yang menawarkan kemitraan sejenis, mengindikasikan adanya perbedaan persepsi diantara perajin yang bermitra dengan CV Agro Berdikari, sehingga diperlukan analisis mengenai persepsi perajin terhadap pelaksanaan kemitraan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik perajin gula semut yang bekerja sama dengan CV Agro Berdikari, (2) mengetahui pola kemitraan yang terjalin antara perajin gula semut dengan CV Agro Berdikari, (3) mengetahui tingkat persepsi perajin gula semut terhadap pelaksanaan kemitraan dengan CV Agro Berdikari, dan (4) mengetahui hubungan karakteristik perajin dengan persepsi perajin gula semut terhadap pelaksanaan kemitraan. Penelitian ini dilaksanakan di 6 (enam) desa di Kabupaten Kebumen, yaitu Desa Giyanti, Desa Sampang, Desa Wonoharjo, Desa Pakuran, Desa Kalipoh, dan Desa Wanadadi pada bulan Maret – Mei 2025. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei dengan sampel sebanyak 54 orang. Metode pengambilan sampel secara proportional simple random sampling. Analisis deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik perajin dan pola kemitraan yang terjalin antara perajin dengan CV Agro Berdikari. Uji proporsi dilakukan untuk mengetahui proporsi tingkat persepsi perajin terhadap pelaksanaan kemitraan yang memiliki persepsi baik. Uji korelasi rank spearman dilakukan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik perajin gula semut dengan persepsi perajin terhadap pelaksanaan kemitraan dengan CV Agro Berdikari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar umur perajin gula semut termasuk dalam umur produktif (92,6%), luas lahan perajin paling banyak sebesar 1.000 – 2.000 m2, jumlah kepemilikan pohon mayoritas kurang dari 27 pohon, tingkat pendidikan paling banyak adalah tamat SD/sederajat, pengalaman perajin gula sebagian selama 11-20 tahun, pendapatan perajin dalam sebulan sebagian besar lebih dari Rp3.000.000,00, sebagian besar perajin memiliki jumlah tanggungan keluarga sebanyak 3 orang, dan lama menjadi anggota kemitraan sebagian besar lebih dari 9 tahun. Pola kemitraan yang terjalin antara perajin gula semut dengan CV Agro Berdikari adalah pola kemitraan inti plasma. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen perajin memiliki persepsi yang baik terhadap pelaksanaan kemitraan. Tingkat persepsi perajin gula pada indikator penyerapan terhadap rangsang dan indikator pengertian atau pemahaman termasuk dalam kategori baik, sedangkan indikator penilaian atau evaluasi termasuk dalam kategori sangat baik. Karakteristik perajin yang berhubungan secara signifikan dengan persepsi, yaitu jumlah tanggungan keluarga, sedangkan umur, luas lahan, jumlah kepemilikan pohon, tingkat pendidikan, pengalaman, pendapatan, dan lama menjadi anggota kemitraan tidak berhubungan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Partnership is a collaboration that involves Micro, Small and Medium Enterprises and Large Enterprises. Palm sugar is a fine powdered coconut sugar produced from coconut sap. One of the companies in Kebumen Regency that has established a partnership with palm sugar crafters is CV Agro Berdikari. There are obstacles such as uneven support for facilities and infrastructure, crafters who sell their products to other companies, and the emergence of companies offering similar partnerships, these indicate that there are different perceptions among crafters who partner with CV Agro Berdikari, so an analysis of crafters’ perceptions of the implementation of the partnership is needed. This study aims to (1) determine the characteristics of palm sugar crafters who work with CV Agro Berdikari, (2) determine the partnership pattern between palm sugar crafters and CV Agro Berdikari, (3) determine the level of perception of palm sugar crafters towards the implementation of the partnership with CV Agro Berdikari, and (4) determine the relationship between crafter characteristics and the perception of palm sugar crafters towards the implementation of the partnership. This research was conducted in 6 (six) villages in Kebumen Regency, namely Giyanti Village, Sampang Village, Wonoharjo Village, Pakuran Village, Kalipoh Village, and Wanadadi Village, in March-May 2025. This research was conducted using a survey method with a sample of 54 people. The sampling method was proportional simple random sampling. Descriptive analysis was conducted to describe the characteristics of crafters and the partnership pattern between crafters and CV Agro Berdikari. The proportion test was conducted to determine the proportion of the level of perception of crafters towards the implementation of partnerships that had good perceptions. The Spearman rank correlation test was conducted to determine the relationship between the characteristics of palm sugar crafters and their perceptions of the partnership with CV Agro Berdikari. The results showed that most of the palm sugar crafters were of productive age (92.6%), most of the crafters' land area was 1,000-2,000 m2, the majority of tree ownership is less than 27 coconut trees, most of the crafters' education level was elementary school graduates, most of the crafters' experience was 11-20 years, most of the crafters' income in a month was more than Rp3,000,000, most of the crafters had a total of 3 family dependents, and most of them had been members of the partnership for more than 9 years. The pattern of partnership between the palm sugar crafters and CV Agro Berdikari is the core plasma partnership pattern. The calculation results show that more than 50 percent of crafters have a good perception of the implementation of the partnership. Sugar crafters perception levels regarding the indicators of absorption of stimuli and understanding are categorized as good, while their perception of the assessment or evaluation indicator is categorized as very good. The characteristics of sugar crafters that are significantly related to perceptions are the number of family dependents, while age, land size, number of tree ownership, education level, experience, income, and length of time as a member of the partnership are not related.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save