Home
Login.
Artikelilmiahs
50535
Update
IFAN MUARIF
NIM
Judul Artikel
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA HALAL TAMAN APUNG MAS KEMAMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi destinasi wisata halal. Hal ini terlihat ketika melihat pencapaian sertifikasi halal di Kabupaten Banyumas. Menurut Kemenag Jateng, pada tahun 2023 Kabupaten Banyumas mencapai prestasi yang luar biasa dengan meraih sertifikasi halal tertinggi di Provinsi Jawa Tengah, dengan total mencapai sebanyak 8000 produk yang telah memenuhi persyaratan halal. Selain makanan dan minuman, infrastruktur wisata halal juga mencakup fasilitas peribadatan yang menjadi aspek penting dalam menjadikan suatu destinasi sebagai tujuan wisata yang ramah bagi wisatawan Muslim. Oleh karena itu, penelitian ini secara khusus menganalisis tentang siapa saja stakeholder yang berkontribusi pada pengembangan wisata halal Taman Mas Kemambang, bagaimana hubungan antar stakeholder dan strategi yang diperlukan untuk pengembangan wisata halal Taman Mas Kemambang. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed method). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stakeholder yang terlibat dalam pengembangan wisata halal Taman Apung Mas Kemambang diantaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas (DPMPTSP), Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Banyumas (Bappeda), Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Banyumas (Dinbudpar), Badan Layanan Umum Daerah Kabupaten Banyumas (BLUD), Akademisi (Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Saifuddin Zuhri), pedagang di areal wisata Taman Apung Mas Kemambang, dan pengunjung. Stakeholder dengan pengaruh tinggi dan ketergantungan rendah ditunjukkan yaitu pengunjung, DPMPTSP, dan akademisi. Stakeholder dengan pengaruh tinggi dan ketergantungan tinggi yaitu Bappeda, Dinbudpar, dan BLUD. Stakeholder dengan pengaruh rendah dan ketergantungan tinggi yaitu pedagang, dan stakeholder dengan pengaruh rendah dan ketergantungan rendah yaitu media. Stakeholder dengan daya saing tertinggi yaitu pengunjung, DPMPTSP dan Bappeda, disusul dengan Akademisi, Dinbudpar, BLUD, Media Pemberitaan dan Penyiaran Kabupaten Banyumas, dan Pedagang di areal wisata Taman Apung Mas Kemambang. Selain itu, stakeholder dengan konvergensi yang paling kuat yaitu Dinpudbar dan BLUD sedangkan stakeholder lain memiliki hubungan konvergensi cukup kuat (moderat) satu sama lain. Tidak ada hubungan divergensi antar stakeholder atau dengan kata lain semua stakeholder memiliki tujuan yang sama dalam mengembangkan wisata halal Taman Apung Mas Kemambang. . Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi yang harus diambil adalah agresive strategi yaitu mengoptimalkan kekuatan/strength yang dimiliki dan memaksimalkan peluang/opportunities. Hasil analisis ANP menunjukkan bahwa strategi utama adalah pembuatan regulasi, integrasi stakeholder, dan perbaikan kelembagaan pada setiap stakeholder pemerintah. Implikasi pada penelitian ini yaitu penggunaan strategi dalam pengembangan wisata halal Taman Apung Mas Kemambang. Strategi agresif mengoptimalkan unsur kekuatan dari segi internal dan memaksimalkan peluang dari segi eksternal wisata Taman Apung Mas Kemambang. Selain itu, terdapat prioritas strategi yang dilakukan dalam pengembangan wisata halal Taman Apung Mas Kemambang diantaranya merancang regulasi tentang destinasi pariwisata halal Kabupaten Banyumas, mengintegrasikan peran antar stakeholder dalam pengembangan Destinasi Pariwisata Halal, membentuk kelembagaan / organisasi / tim untuk mengembangkan potensi pariwisata halal, disusul dengan alokasi anggaran untuk mengembangkan potensi Destinasi Wisata Halal dan pelatihan dan pengembangan Sumber Daya Manusia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Banyumas Regency is one of the areas that has the potential for halal tourism destinations. This can be seen when looking at the achievement of halal certification in Banyumas Regency. According to the Central Java Ministry of Religion, in 2023 Banyumas Regency achieved an extraordinary achievement by achieving the highest halal certification in Central Java Province, with a total of 8000 products that have met halal requirements. In addition to food and beverages, halal tourism infrastructure also includes worship facilities which are an important aspect in making a destination a tourist destination that is friendly to Muslim tourists. Therefore, this study specifically analyzes who the stakeholders are who contribute to the development of halal tourism in Taman Mas Kemambang, how the relationship between stakeholders is and the strategies needed for the development of halal tourism in Taman Mas Kemambang. This study uses a mixed method approach. The results of the study indicate that stakeholders involved in the development of halal tourism in Taman Apung Mas Kemambang include the Banyumas Regency Investment and One-Stop Integrated Service Agency (DPMPTSP), the Banyumas Regency Development Planning, Research and Development Agency (Bappeda), the Banyumas Regency Youth, Sports, Culture and Tourism Agency (Dinbudpar), the Banyumas Regency Regional Public Service Agency (BLUD), academics (General Soedirman University and Saifuddin Zuhri University), traders in the Taman Apung Mas Kemambang tourist area, and visitors. Stakeholders with high influence and low dependence are shown, namely visitors, DPMPTSP, and academics. Stakeholders with high influence and high dependence are Bappeda, Dinbudpar, and BLUD. Stakeholders with low influence and high dependence are traders, and stakeholders with low influence and low dependence are the media. Stakeholders with the highest competitiveness are visitors, DPMPTSP and Bappeda, followed by Academics, Dinbudpar, BLUD, News and Broadcasting Media of Banyumas Regency, and Traders in the Taman Apung Mas Kemambang tourist area. In addition, stakeholders with the strongest convergence are Dinpudbar and BLUD while other stakeholders have a fairly strong (moderate) convergence relationship with each other. There is no divergence relationship between stakeholders or in other words all stakeholders have the same goal in developing Taman Apung Mas Kemambang halal tourism. The results of the SWOT analysis show that the strategy that must be taken is an aggressive strategy, namely optimizing the strengths and maximizing opportunities. The results of the ANP analysis show that the main strategy is the creation of regulations, stakeholder integration, and institutional improvements in each government stakeholder. The implication on this research is developing the strategy i n Taman Apung Mas Kemambang halal tourism. The agresive strategy namely optimizing internal strengths and maximizing external opportunities for Taman Apung Mas Kemambang tourism. In addition, there are strategic priorities carried out in the development of halal tourism at Taman Apung Mas Kemambang, including designing regulations on halal tourism destinations in Banyumas Regency, integrating the roles of stakeholders in the development of Halal Tourism Destinations, forming institutions/organizations/teams to develop halal tourism potential, followed by budget al.,location to develop the potential of Halal Tourism Destinations and training and development of Human Resources.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save