Home
Login.
Artikelilmiahs
50496
Update
NAILY MATHLUBATY
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN PENGETAHUAN PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) SERTA POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN UNDERWEIGHT PADA ANAK USIA 12-24 BULAN (Studi di Puskesmas Jatitujuh Kabupaten Majalengka)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pendahuluan: Kejadian underweight merupakan masalah gizi multidimensi yang dipengaruhi oleh beragam faktor, faktor langsung meliputi asupan gizi yang kurang dan penyakit infeksi. Faktor tidak langsung status sosial ekonomi, pola asuh, riwayat pemberian asi eksklusif dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pemberian makan bayi dan anak serta pola pemberian makan dengan kejadian underweight pada anak usia 12-24 bulan di Puskesmas Jatitujuh. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 173 ibu di Puskesmas jatitujuh. Responden dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan pemberian makan bayi dan anak, Child Feeding Questionnaire (CFQ), pengukuran berat anak menggunakan timbangan. Analisis univariat dilakukan secara deskriptif dan analisis bivariat menggunakan Uji Fisher exact. Hasil: Ibu dengan anak usia 12-24 bulan memiliki pengetahuan pemberian makan bayi dan anak yang baik (86,5%) dan pemberian makan yang tepat (85%). Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan pemberian makan bayi dan anak (p=0,000) serta pola pemberian makan (p=0,000) berhubungan signifikan dengan kejadian underweight pada anak usia 12-24 bulan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan pemberian makan bayi dan anak serta pola pemberian makan dengan kejadian underweight pada anak usia 12-24 bulan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Underweight prevalence is a multidimensional nutritional problem influenced by various factors. Direct factors include inadequate nutritional intake and infectious diseases, while indirect factors encompass socioeconomic status, caregiving practices, history of exclusive breastfeeding, and environmental conditions. This study aims to examine the association between knowledge of infant and young child feeding and feeding practices with the incidence of underweight among children aged 12–24 months in the working area of Jatitujuh Public Health Center. Methodology: A cross-sectional study was conducted among 173 mothers attending the Jatitujuh Community Health Center. Participants were selected through purposive sampling based on predefined inclusion and exclusion criteria. Data collection involved a structured questionnaire on infant and young child feeding (IYCF) knowledge, the Child Feeding Questionnaire (CFQ), and child weight measurement using a calibrated weighing scale. Descriptive statistics were applied for univariate analysis, and Fisher’s exact test was used for bivariate analysis. Result: Mothers with children aged 12–24 months had good knowledge of infant and young child feeding (86.5%) and appropriate feeding practices (85%). The analysis revealed that knowledge of infant and young child feeding (p = 0.000) and feeding practices (p = 0.000) were significantly associated with the incidence of underweight among children aged 12–24 months. Univariate analysis was conducted descriptively, and bivariate analysis was performed using Fisher’s exact test. Conclusion: There was a significant association between mothers’ knowledge of infant and young child feeding, feeding practices, and the incidence of underweight among children aged 12–24 months.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save