Home
Login.
Artikelilmiahs
50322
Update
KHABIB KHOERUDIN
NIM
Judul Artikel
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KARYAWAN HARIAN LEPAS PADA PLASMA INDUSTRI BULU MATA DI CV EYELASHES PLATFORM MAKER PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Purbalingga memiliki potensi besar dalam industri kerajinan, khususnya pada sektor produksi rambut dan bulu mata palsu yang telah ditetapkan sebagai produk unggulan daerah berdasarkan Keputusan Bupati Purbalingga Nomor 500/30 Tahun 2004. Perkembangan industri ini didukung oleh ketersediaan sumber daya alam, tenaga kerja lokal, serta iklim usaha yang kondusif. Pemerintah daerah turut mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan klaster industri rumahan yang melibatkan masyarakat secara langsung, salah satunya adalah CV Eyelashes Platform Maker yang berlokasi di Kelurahan Purbalingga Kulon. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk perlindungan hukum bagi pekerja harian lepas pada perusahaan tersebut serta menilai kesesuaiannya dengan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif kualitatif dengan data primer berupa peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan dan data sekunder yang diperoleh dari informasi dengan pihak perusahaan dan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum belum sepenuhnya optimal akibat beberapa kendala, antara lain perjanjian kerja yang masih dilakukan secara lisan, belum adanya jaminan sosial secara menyeluruh, serta terbatasnya pengawasan dari instansi terkait. Upaya yang telah dilakukan perusahaan meliputi penyediaan perlengkapan keselamatan kerja dasar, pendaftaran sebagian pekerja pada program jaminan sosial, serta penyelesaian perselisihan secara informal. Rekomendasi penelitian ini mencakup penyusunan perjanjian kerja tertulis yang jelas, perluasan jaminan sosial, dan peningkatan pengawasan pemerintah daerah demi menjamin terpenuhinya hak-hak pekerja harian lepas..
Abtrak (Bhs. Inggris)
Purbalingga Regency has significant potential in the handicraft industry, particularly in the production of hair and false eyelashes, which has been designated as a leading regional product under Purbalingga Regent Decree Number 500/30 of 2004. The development of this industry is supported by the availability of natural resources, local labor, and a conducive business climate. The local government also promotes the strengthening of the people's economy through the establishment of home industry clusters involving direct community participation, one of which is CV Eyelashes Platform Maker, located in Purbalingga Kulon Village. This study aims to examine the forms of legal protection for daily freelance workers in the company and assess their compliance with Indonesian labor laws and regulations. The research employs a normative qualitative legal method, using primary data in the form of labor laws and regulations and secondary data obtained from information provided by the company and workers. The findings reveal that legal protection has not been fully optimized due to several obstacles, including verbal employment agreements, the absence of comprehensive social security coverage, and limited supervision from relevant authorities. The company's efforts include providing basic occupational safety equipment, registering some workers in social security programs, and resolving disputes informally. Recommendations include drafting clear written employment agreements, expanding social security coverage, and enhancing local government oversight to ensure the fulfillment of the rights of daily freelance workers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save