Home
Login.
Artikelilmiahs
50312
Update
RAMADHANI AMALIA
NIM
Judul Artikel
Kemampuan Isolat Fungi Rizosfer Tanaman Damar (Agathis dammara) sebagai Agensia Biokontrol Penyakit Layu Fusarium Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu produk hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi penting di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2024, produksi cabai merah keriting di Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2023. Salah satu OPT yang menyebabkan turunnya produksi cabai adalah patogen tular tanah. Fusarium merupakan jenis jamur patogen tular tanah yang sering menyerang tanaman cabai. Pengendalian hayati dapat dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme antagonis yang banyak terdapat pada tanah rizosfer. Tanah rizosfer tanaman damar (Agathis dammara) mengandung populasi mikroorganisme yang lebih banyak dibandingkan dengan tanah di luar rizosfer. Salah satu jenis mikroba yang terdapat dalam populasi tanah rizosfer adalah jamur yang berpotensi menjadi agen biokontrol terhadap patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi isolat fungi rizosfer sebagai biokontrol dalam menekan patogen penyebab layu Fusarium, mengetahui pengaruh isolat fungi rizosfer dalam menghambat patogen penyebab layu Fusarium pada tanaman cabai, dan mengetahui isolat fungi rizosfer yang paling efektif dalam menekan penyakit layu Fusarium. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahapan. Tahapan pertama yaitu skrining potensi antagonisme terhadap Fusarium secara in vitro menggunakan uji dual culture dan dianalisis secara deskriptif. Pada tahapan kedua penelitian ini yaitu: sembilan isolat hasil skrining yang memiliki potensi terbaik dilanjutkan dalam uji in plantae pada tanaman cabai, dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%, jika hasil menyatakan signifikan maka diuji lebih lanjut dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil uji antagonisme dengan metode dual culture menunjukkan bahwa isolat Aspergillus sp. (14B3) memiliki kemampuan tertinggi dalam menghambat pertumbuhan Fusarium sp. yaitu sebesar 81,11% dibandingkan dengan isolat lainnya. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) pada uji in planta menunjukkan bahwa perlakuan cendawan antagonis berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan pada tanaman cabai, kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT. Perlakuan dengan nilai intensitas serangan gejala Fusarium sp. terendah adalah FA2 dan FA7 dengan persentase intensitas penyakit sebesar 16,67% dan 25%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Chili (Capsicum annuum L.) is one of the horticultural products that has important economic value in Indonesia. According to data from the Central Bureau of Statistics in 2024, curly red chili production in Central Java Province has decreased compared to 2023. One of the pests that cause the decline in chili production is soil-borne pathogens. Fusarium is a type of soil-borne pathogenic fungus that often attacks chili plants. Biological control can be done by utilizing antagonistic microorganisms that are widely found in rhizosphere soil. Rhizosphere soil of damar plants (Agathis dammara) contains a larger population of microorganisms than the soil outside the rhizosphere. One type of microbe found in the rhizosphere soil population is a fungus that has the potential to become a biocontrol agent against pathogens. This study aims to determine the potential of rhizosphere fungal isolates as biocontrol in suppressing the pathogen that causes Fusarium wilt, determine the effect of rhizosphere fungal isolates in inhibiting the pathogen that causes Fusarium wilt in chili plants, and determine the most effective rhizosphere fungal isolates in suppressing Fusarium wilt disease. This research was conducted in two stages. The first stage is screening the potential of antagonism against Fusarium in vitro using dual culture test and analyzed descriptively. In the second stage of this research, namely: nine isolates of screening results that have the best potential are continued in the in plantae test on chili plants, with experimental methods using a Completely Randomized Design (CRD) with 3 replicates. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at the 95% confidence level, if the results stated significant then further tested using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) test. The ability to inhibit the growth of the pathogen Fusarium sp. based on the antagonism test with the dual culture method shows the isolate Aspergillus sp. (I4B3) has the best inhibition value. The results of the Analysis of Variance (ANOVA) of the in plantae test showed that the treatment of antagonistic fungi had a significant effect on the intensity of the attack on chili plants, then continued with the DMRT further test. The treatment with the lowest Fusarium sp. symptomatic attack intensity value is FA2 and FA7 with a percentage of disease attack intensity of 16.67% and 25%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save