Home
Login.
Artikelilmiahs
50255
Update
MOHAMMAD ARYA ROZIQIN
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Kombinasi Media Tanam dan Pupuk Hayati pada Karakter Fisiologi dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis Melo L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sistem budidaya melon terus berkembang sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan mengatasi kelemahan sistem konvensional. Meskipun sistem budidaya hidroponik berdaya hasil tinggi, namun besarnya investasi menjadikannya masalah tersendiri. Budidaya dalam polybag dapat menjadi alternatif dalam produksi melon. Namun demikian diperlukan komposisi dan input yang tepat untuk mencapai sistem budidaya yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi media tanam dan konsentrasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan fisiologis dan hasil tanaman melon. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2024 hingga Februari 2025 di Screenhouse BBP Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dan beberapa laboratorium di Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor: media tanam (M1: tanah (70%), kompos kotoran hewan kambing (10%), arang sekam (20%), M2: tanah (60%), kompos kotoran hewan kambing (20%), arang sekam (20%), M3: tanah (40%), kompos kotoran hewan kambing (40%), arang sekam (20%)) dan konsentrasi pupuk hayati (P1: 0 mL/L, P2: 10 mL/L, P3: 20 mL/L) dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati meliputi indeks luas daun, laju pertumbuhan tanaman, kandungan klorofil, umur berbunga, diameter dan berat buah, indeks panen, serta kadar kemanisan buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk hayati meningkatkan Laju Pertumbuhan Tanaman. Pada dosis 20 mL/L pupuk hayati, LPT mencapai 8,42 g/m²/hari. Peningkatan presentase pupuk dalam media tanam berpengaruh meningkatkan kadar kemanisan buah melon, kemanisan terbaik dicapai pada komposisi media 40% pupuk kandang mencapai 13,44 oBrix. Tidak ditemukan interaksi antara media tanam dan pupuk hayati terhadap variabel yang diamati.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Melon cultivation systems continue to evolve in an effort to increase productivity and overcome the weaknesses of conventional systems. Although high-yield hydroponic cultivation systems are effective, the large investment required poses a problem. Cultivation in polybags can be an alternative for melon production. However, the right composition and inputs are needed to achieve an efficient cultivation system. This study aims to investigate the effects of combinations of growing media and organic fertilizer concentrations on the physiological growth and yield of melon plants. The research was conducted from October 2024 to February 2025 at the Screenhouse of the Provincial Agriculture Office of Central Java and several laboratories at Jenderal Soedirman University. The experimental design used was a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors: growing medium (M1: soil (70%), goat manure compost (10%), rice husk charcoal (20%); M2: soil (60%), goat manure compost (20%), charcoal husk (20%), M3: soil (40%), goat manure compost (40%), charcoal husk (20%)), and biofertilizer concentration (P1: 0 mL/L, P2: 10 mL/L, P3: 20 mL/L) with three replications. The variables observed included leaf area index, plant growth rate, chlorophyll content, flowering age, fruit diameter and weight, harvest index, and fruit sweetness level. The research results showed that biofertilizer increased the plant growth rate. At a dose of 20 mL/L of biofertilizer, the plant growth rate reached 8.42 g/m²/day. Increasing the percentage of fertilizer in the growing medium significantly increased the sweetness of melon fruit, with the highest sweetness achieved at a medium composition of 40% manure fertilizer, reaching 13.44 oBrix. No interaction was found between the growing medium and biofertilizer on the observed variables.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save