Home
Login.
Artikelilmiahs
50116
Update
AENUN NADZIF
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PADA PT WAHANA INTI MAKMUR TBK (NASI) DAN PT BUYUNG POETRA SEMBADA TBK (HOKI) TAHUN 2022-2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perubahan harga beras dan fluktuasi produksi di Indonesia berdampak terhadap stabilitas keuangan terutama perusahaan beras yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi finansial serta kelayakan investasi saham pada dua perusahaan beras yaitu PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dan PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) menggunakan metode Piotroski F-score. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi finansial PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) dan PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI). Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan informasi kepada investor dalam menilai kelayakan investasi berdasarkan aspek fundamental perusahaan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahun 2021 hingga 2024. Metode Piotroski F-score digunakan untuk menilai sembilan indikator keuangan yang mencerminkan profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan efisiensi operasional, antara lain Return on Assets (ROA), ΔROA, arus kas operasional (CFO), accrual, Δleverage, Δlikuiditas, Δekuitas, Δgross profit margin, dan Δtotal asset turnover. Kelayakan investasi dikategorikan ke dalam tiga kelompok, yaitu low performance, grey area, dan high performance berdasarkan total skor. Penelitian juga membandingkan hasil F-score dengan harga saham sebagai verifikasi terhadap performa aktual di pasar modal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan PT Wahana Inti Makmur Tbk dan PT Buyung Poetra Sembada Tbk sedang berada pada kondisi yang tidak cukup baik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) memperoleh skor Piotroski F-score sebesar empat pada tahun 2022, lima pada tahun 2023, dan menurun menjadi dua pada tahun 2024. Hal ini mengindikasikan adanya penurunan performa keuangan dan meningkatnya risiko investasi. Hal ini juga dialami oleh PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) yang menunjukkan tren memburuk dengan skor tujuh pada tahun 2022 menjadi dua pada tahun 2023, dan hanya satu pada tahun 2024. Penurunan skor ini sejalan dengan kondisi kerugian perusahaan selama dua tahun terakhir. Berdasarkan analisis Piotroski F-score, kedua perusahaan berada dalam tren penurunan. PT Wahana Inti Makmur Tbk dan PT Buyung Poetra Sembada Tbk menunjukkan kelayakan investasi yang rendah dan berada pada kondisi “low performance” sehingga investor disarankan untuk menghindari kedua saham perusahaan tersebut untuk dijadikan portofolio investasi sebelum adanya perbaikan nyata dalam performa fundamental perusahaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice price changes and production fluctuations in Indonesia impact financial stability, especially for rice companies listed on the Indonesia Stock Exchange. This research aims to analyze the financial condition and investment feasibility of two rice companies, PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) and PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), using the Piotroski F-score method. The study also intends to assess the financial condition of these companies and provide information to investors for evaluating investment feasibility based on fundamental aspects. The research employed a quantitative descriptive method, utilizing secondary data from financial reports spanning 2021 to 2024. The Piotroski F-score method was applied to assess nine financial indicators reflecting profitability, liquidity, solvency, and operational efficiency, including Return on Assets (ROA), ΔROA, operating cash flow (CFO), accrual, Δleverage, Δliquidity, Δequity, Δgross profit margin, and Δtotal asset turnover. Investment feasibility was categorized into three groups: low performance, grey area, and high performance, based on the total score. The study also compared the F-score results with stock price trends to verify actual market performance. The research findings indicate that both PT Wahana Inti Makmur Tbk and PT Buyung Poetra Sembada Tbk are currently in an unfavorable condition based on their financial reports. PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) obtained a Piotroski F-score of four in 2022, five in 2023, and decreased to two in 2024, signaling a decline in financial performance and increased investment risk. Similarly, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) showed a deteriorating trend with an F-score of seven in 2022, dropping to two in 2023, and only one in 2024. This decline aligns with the company's losses over the past two years. Based on the Piotroski F-score analysis, both companies are in a downward trend and exhibit low investment feasibility, falling into the "low performance" category. Therefore, investors are advised to avoid including shares of both companies in their investment portfolios until there is a tangible improvement in their fundamental performance.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save