Home
Login.
Artikelilmiahs
49987
Update
KHANSA NABILAH
NIM
Judul Artikel
Aplikasi Multiplexing PCR Berbasis Marka SSR untuk Seleksi Karakter Kandungan Antosianin dan Aromatik pada Tanaman Padi
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Varietas padi dengan karakteristik aromatik dan kandungan antosianin kian diminati sebab nilai ekonomi dan manfaat kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan teknologi multiplex PCR berbasis penanda SSR sebagai metode seleksi molekuler untuk mendeteksi sifat aromatik dan antosianin secara simultan, serta menganalisis kesesuaian hasil molekuler dengan fenotipe tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Jenderal Soedirman selama Juli 2024–Mei 2025 menggunakan 8 genotipe padi dengan kombinasi sifat berbeda. DNA padi diekstraksi dengan menggunakan metode CTAB, kemudian diuji kualitas dan kuantitasnya sebelum dilakukan amplifikasi menggunakan PCR tunggal dan multipleks dengan penanda RM336 (antosianin) dan RM515 (aromatik). Hasil amplifikasi dianalisis berdasarkan ukuran pita dan dibandingkan dengan karakter fenotipik masing-masing genotipe. Teknik PCR multipleks terbukti mampu mendeteksi dua sifat genetik sekaligus dalam satu reaksi. Analisis data biner menggunakan metode UPGMA menunjukkan pola pengelompokan yang selaras dengan fenotipe, seperti Pandan Wangi dan Basmati Pakistan dalam klaster aromatik non-antosiani, serta Galur 1 dan 2 dalam kelompok berpigmen. Genotipe Jeliteng menempati posisi unik sebagai satu-satunya yang memiliki kedua sifat. Hasil ini menegaskan efektivitas multiplex PCR sebagai alat seleksi dan analisis kekerabatan molekuler pada tanaman padi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice (Oryza sativa L.) is a strategic commodity in maintaining national food security. Varieties with aromatic characteristics and anthocyanin content are increasingly in demand due to their economic value and health benefits. This study aims to test the application of SSR marker-based multiplex PCR technology as a molecular selection method to detect aromatic and anthocyanin traits simultaneously, and to analyze the suitability of molecular results with rice plant phenotypes. The study was conducted at Jenderal Soedirman University from July 2024–May 2025 using eight rice genotypes with different trait combinations. DNA was extracted using the CTAB method, then tested for quality and quantity before amplification using single and multiplex PCR with RM336 (anthocyanin) and RM515 (aromatic) markers. The amplification results were analyzed based on band size and compared with the phenotypic characteristics of each genotype. The multiplex PCR technique was proven to be able to detect two genetic traits simultaneously in a single reaction. Binary data analysis using the UPGMA method showed clustering patterns consistent with phenotypes, with Pandan Wangi and Pakistani Basmati in the non-anthocyanin aromatic cluster, and Lines 1 and 2 in the pigmented cluster. The Jeliteng genotype holds a unique position as the only one possessing both traits. These results confirm the effectiveness of multiplex PCR as a selection tool and molecular relationship analysis in rice plants.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save