Home
Login.
Artikelilmiahs
49975
Update
YOSAFAT KUNZEWICH CHRISTIAN
NIM
Judul Artikel
DNA BARCODING TANAMAN Alocasia cuprea K.Koch AKSESI KALIMANTAN UTARA BERDASARKAN MARKA INTERGENIC SPACER DAERAH trnL-trnF dan psbA-trnH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
DNA barcoding merupakan metode identifikasi tumbuhan yang cepat, akurat, dan efisien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkarakterisasi Alocasia cuprea berdasarkan marker trnL-trnF dan psbA-trnH. Sampel dikumpulkan dari Kecamatan Tanjung Selor, Kalimantan Utara. DNA diekstraksi dengan metode CTAB, diamplifikasi menggunakan primer trnL-trnF dan psbA-trnH, divisualisasi melalui elektroforesis, dan diurutkan dengan metode Sanger. Analisis dilakukan menggunakan BLAST, MultAlin, dan pohon filogeni metode Maximum Likelihood (MEGA 12). Amplifikasi berhasil dengan ukuran fragmen 400 bp (trnL-trnF) dan 700 bp (psbA-trnH). Hasil BLAST trnL-trnF menunjukkan dua sampel identik 100% dan satu sampel 99,75% dengan referensi A. cuprea, sedangkan psbA-trnH menunjukkan kesesuaian 93,84% dengan A. odora. Penyejajaran trnL-trnF menunjukkan variasi intra dan interspesifik, sedangkan psbA-trnH menunjukkan variasi interspesifik yang tinggi. Pohon filogeni trnL-trnF mengelompokkan sampel dalam satu cabang dengan A. cuprea, sementara psbA-trnH memisahkannya dari referensi. Jarak genetik terkecil pada psbA-trnH adalah 0,034. Penelitian ini diharapkan memperkaya data genetik A. cuprea serta mendukung konservasi dan pemuliaan berbasis genetik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
DNA barcoding is a rapid, accurate, and efficient method for plant identification. This study aimed to identify and characterize Alocasia cuprea using the trnL-trnF and psbA-trnH regions. Samples were collected from Tanjung Selor District, North Kalimantan. DNA was extracted using the CTAB method, amplified with trnL-trnF and psbA-trnH primers, visualized through electrophoresis, and sequenced using the Sanger method. Analysis was conducted through BLAST, MultAlin alignment, and phylogenetic tree reconstruction using the Maximum Likelihood method (MEGA 12). Successful amplification yielded fragment sizes of 400 bp (trnL-trnF) and 700 bp (psbA-trnH). BLAST results for trnL-trnF showed two samples with 100% similarity and one with 99.75% to A. cuprea reference, while psbA-trnH showed 93.84% similarity to A. odora. The trnL-trnF alignment revealed intra- and interspecific variation, while psbA-trnH showed high interspecific variation. The trnL-trnF phylogenetic tree grouped samples with A. cuprea, while psbA-trnH separated them from the reference. The closest genetic distance in psbA-trnH was 0.034. This study is expected to enrich the genetic data of A. cuprea and support conservation and breeding efforts based on genetic information.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save