Home
Login.
Artikelilmiahs
49938
Update
RANI NURFADILLAH
NIM
Judul Artikel
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis pada Salinitas Udara dan Jeda Waktu Pembilasan Air dalam Media Tanah Pasir Pantai
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kubis merupakan komoditas hortikultura penting dengan permintaan tinggi karena kandungan gizinya dan masa panen yang singkat. Terbatasnya lahan subur mendorong pemanfaatan tanah pasir pantai, meskipun menghadapi tantangan salinitas udara yang dapat mengganggu fisiologi tanaman dan menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk: Menentukan tingkat salinitas udara dan jeda waktu pembilasan air terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis pada media tanah pasir pantai, Menentukan jeda waktu pembilasan air yang tepat pada fisiologi tanaman kubis pada media tanah pasir pantai, dan Menentukan berapa konsentrasi salinitas udara dan jeda waktu pembilasan air yang dapat ditoleransi oleh tanaman kubis pada media tanah pasir pantai. Penelitian ini dilakukan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dari Juli hingga Oktober 2024, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor: salinitas udara (0, 12, dan 24 mS/cm) dan jeda pembilasan air (0, 45, dan 90 menit), masing-masing tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan uji F dan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas udara dan jeda waktu pembilasan air berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan fisiologi kubis. Salinitas 24 mS/cm dan jeda pembilasan 45 menit memberikan tinggi tanaman tertinggi. Namun, keduanya tidak meningkatkan hasil panen secara signifikan. Jeda waktu pembilasan air 90 menit meningkatkan fisiologi tanaman pada kerapatan stomata generatif tertinggi. Kubis masih mampu mentoleransi salinitas udara hingga 24 mS/cm dan jeda waktu pembilasan air hingga 90 menit, meskipun terjadi penurunan pada beberapa parameter fisiologis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cabbage is an important horticultural commodity with high demand due to its nutritional value and short harvesting cycle. The limited availability of fertile land has encouraged the use of coastal sandy soils, despite the challenge of air salinity, which can disrupt plant physiology and reduce productivity. This study aimed to: determine the effects of air salinity levels and water flushing intervals on the growth and yield of cabbage in coastal sandy soil; identify the optimal water flushing interval for supporting cabbage physiology; and determine the salinity and flushing levels that cabbage can tolerate in this medium. The experiment was conducted in the screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from July to October 2024, using a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors: air salinity (0, 12, and 24 mS/cm) and water flushing intervals (0, 45, and 90 minutes), each with three replications. Data were analyzed using an F-test and DMRT at a 5% significance level. The results showed that air salinity and water flushing intervals significantly affected cabbage growth and physiology. A salinity of 24 mS/cm and a 45-minute flushing interval produced the tallest plants. However, neither treatment significantly increased yield. A 90-minute flushing interval improved physiological responses, indicated by the highest stomatal density during the generative phase. Cabbage showed tolerance to air salinity up to 24 mS/cm and flushing intervals up to 90 minutes, despite reductions in some physiological parameters.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save