Home
Login.
Artikelilmiahs
49927
Update
ARGA ARUNDAYA AMBODO
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI MINAPADI PROTANI SALIBU DI DESA PANEMBANGAN, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sektor pertanian masih menjadi sumber utama mata pencaharian masyarakat pedesaan. Namun, peningkatan pendapatan petani kerap terkendala oleh keterbatasan lahan dan efisiensi produksi. Salah satu solusi inovatif yang dikembangkan adalah sistem minapadi salibu, yaitu integrasi antara budidaya padi dan ikan dalam satu lahan sawah, di mana padi ditanam sekali namun dapat dipanen dua kali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan, pendapatan, dan kelayakan finansial dari usahatani minapadi salibu dua kali panen di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan petani pelaksana sistem minapadi, observasi lapangan, serta pencatatan data produksi dan biaya. Analisis data meliputi perhitungan biaya tetap, biaya variabel, penerimaan, pendapatan, analisis R/C ratio, serta Break Even Point (BEP). Pendekatan BEP digunakan untuk mengetahui titik impas produksi dan harga yang harus dicapai agar usaha tidak merugi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi mencapai 572,99 kg padi dengan lahan seluas 1.459,97 m² dan 394 kg ikan dengan lahan seluas 328 m². Total penerimaan sebesar Rp13.180.435 dengan total biaya Rp12.347.000, menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp833.435. Nilai R/C ratio sebesar 1,06 menunjukkan bahwa usaha tergolong layak secara finansial. Komoditas ikan telah melewati titik impas dari segi harga dan volume produksi, sedangkan padi belum.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The agricultural sector remains a primary source of livelihood for rural communities. However, increasing farmers’ income is often limited by land constraints and production efficiency. One innovative solution developed to address this issue is the minapadi salibu system, an integrated farming model that combines rice cultivation and fish farming in the same field, where rice is planted once and harvested twice. This study aims to analyze the revenue, income, and financial feasibility of the two-season minapadi salibu farming system in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency. This research applied a descriptive quantitative method. Primary data were collected through interviews with farmers practicing the minapadi system, field observations, and documentation of production and cost data. The analysis included calculations of fixed costs, variable costs, revenue, income, R/C ratio, and Break Even Point (BEP). BEP analysis was used to determine the minimum price and production required to avoid losses. The research results show that total production reached 572.99 kg of rice from an area of 1,459.97 m² and 394 kg of fish from an area of 328 m². The total revenue was IDR 13,180,435 with a total cost of IDR 12,347,000 generating a net income of IDR 833,435. The R/C ratio of 1.07 indicates that the business is financially feasible. The fish component had exceeded the breakeven point in both price and quantity, whereas the rice component had not.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save