Home
Login.
Artikelilmiahs
49901
Update
KEVIN JEHEZKHIEL
NIM
Judul Artikel
Kontruksi Peran Militer Cina dalam Operasi Militer Cina di Sudan Selatan (2012-2016) Melalui Film Wolf Warrior II: Kajian Narrative Theory
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menganalisis bagaimana film blockbuster Cina, Wolf Warrior II (2017), mengonstruksi peran militer Cina dalam misi perdamaian di Sudan Selatan (2012–2016). Sebagai produk industri film yang diawasi oleh negara, film ini dipahami sebagai instrumen soft power yang secara sadar membangun narasi yang mendukung kebijakan luar negeri Cina. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori naratif Gérard Genette, penelitian ini membongkar bagaimana lima elemen naratif—duration, frequency, mood, order, dan voice—secara sistematis digunakan untuk membentuk citra militer Cina yang ideal: heroik, efisien, dan humanis. Hasil analisis menunjukkan bahwa film ini secara aktif menyederhanakan, menyaring, dan meng-glorifikasi realitas melalui manipulasi tempo cerita, pengulangan simbol dan dialog, serta pengaturan sudut pandang. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan yang signifikan antara narasi ideal yang dikonstruksi oleh film dengan realitas di lapangan yang lebih kompleks dan ambigu, yang diwarnai oleh motivasi kepentingan ekonomi dan kritik terhadap kinerja pasukan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa Wolf Warrior II berfungsi sebagai alat propaganda yang efektif, bukan dengan cara mencerminkan realitas secara akurat, melainkan dengan membingkai ulang realitas tersebut untuk melayani tujuan strategis dan memperkuat citra Cina sebagai kekuatan global yang bertanggung jawab.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research analyzes how the Chinese blockbuster film, Wolf Warrior II (2017), constructs the role of the Chinese military in the peacekeeping mission in South Sudan (2012–2016). As a product of a state-supervised film industry, this film is understood as an instrument of soft power that consciously builds a narrative that supports China's foreign policy. Using a qualitative approach and Gérard Genette's narrative theory, this research deconstructs how five narrative elements—duration, frequency, mood, order, and voice—are systematically used to shape an ideal image of the Chinese military: heroic, efficient, and humanist. The results of the analysis show that this film actively simplifies, filters, and glorifies reality through the manipulation of narrative tempo, repetition of symbols and dialogues, as well as the regulation of point of view. However, this research also finds a significant gap between the ideal narrative constructed by the film and the more complex and ambiguous reality on the ground, which was colored by the motivation of economic interests and criticism of the troops' performance. Thus, it is concluded that Wolf Warrior II functions as an effective propaganda tool, not by accurately reflecting reality, but by reframing that reality to serve strategic purposes and strengthen China's image as a responsible global power.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save