Home
Login.
Artikelilmiahs
49890
Update
RIA AMANDA FEBIOLA
NIM
Judul Artikel
Strategi Pengelolaan Perairan Berdasarkan Komposisi Cemaran Sampah di Daerah Irigasi Banjaran
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pengelolaan yang kurang baik mengakibatkan terakumulasinya sampah di perairan. Sampah tersebut sering kali menjadi penghambat dalam pendistribusian air, khususnya di Daerah Irigasi Banjaran yang merupakan areal pemasok air ke daerah yang membutuhkan. Oleh karenanya, kajian tentang komposisi sampah di daerah tersebut menjadi penting dilakukan sebagai data awal untuk menentukan strategi pengelolaan sampah yang tepat di daerah Irigasi Banjaran. menganalisis kelimpahan, kepadatan dan komposisi sampah serta merumuskan langkah pengelolaan berdasarkan pendekatan untuk mengatasi permasalahan pencemaran sampah di Daerah Irigasi Banjaran. Penelitian Penelitian ini bertujuan ini dilakukan pada bulan Januari dan Juni 2025. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dari hasil analisis kelimpahan, kepadatan dan komposisi sampah serta analisis SWOT berdasarkan data observasi, klasifikasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis kelimpahan, kepadatan dan komposisi sampah di Daerah Irigasi Banjaran didominasi oleh sampah jenis plastik. Berdasarkan jenis resinnya, sampah jenis LDPE menjadi komposisi terbesar (46%) di Saluran Sekunder Logawa dan sampah jenis bahan lainnya (OT) menjadi komposisi terbesar (40%) di Saluran Sekunder Sidabowa. Selanjutnya, berdasarkan analisis SWOT didapatkan strategi utama yaitu strategi S-T yang berfokus menghadapi ancaman dengan kekuatan internal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Poor management has resulted in the accumulation of waste in waterways. This waste often hinders water distribution, particularly in the Banjaran Irrigation Area, which supplies water to areas in need. Therefore, it is important to conduct a study on the composition of waste in this area as preliminary data for determining the appropriate waste management strategy in the Banjaran Irrigation Area. This study aims to analyze the abundance, density, and composition of waste and formulate management steps based on an approach to address waste pollution issues in the Banjaran Irrigation Area. The study was conducted in January and June 2025. The methods used were quantitative descriptive analysis of waste abundance, density, and composition, as well as SWOT analysis based on observation data, classification, interviews, and documentation. The analysis of waste abundance, density, and composition in the Banjaran Irrigation Area revealed that plastic waste dominated. Based on resin type, LDPE waste constitutes the largest composition (46%) in the Logawa Secondary Channel, while other materials (OT) constitute the largest composition (40%) in the Sidabowa Secondary Channel. Furthermore, based on the SWOT analysis, the main strategy identified is the S-T strategy, which focuses on addressing threats using internal strengths.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save