Home
Login.
Artikelilmiahs
49803
Update
VIONA DWI FEBRIYANI
NIM
Judul Artikel
THE INFLUENCE OF SOCIOCULTURAL FACTORS ON ENGLISH SPEAKING ANXIETY: FROM STUDENTS’ PERSPECTIVE (A Descriptive Qualitative Study on The Exchange Students of Ibaraki University Batch 2023)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor sosiokultural terhadap kecemasan berbicara bahasa Inggris dari sudut pandang mantan mahasiswa pertukaran pelajar di Universitas Ibaraki angkatan 2023 yang juga bukan penutur asli bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara. Dalam menganalisis data, peneliti mendeskripsikan teori sosiokultural berdasarkan teori Vygotsky (1978): “Sosiokultural” mengacu pada berbagai elemen sosioekonomi dan budaya yang mempengaruhi sikap, perasaan, dan tindakan kita, yang pada akhirnya mempengaruhi kesehatan kita. Data disajikan dalam bentuk grafik dan tabel. Selain itu, peneliti mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan berbicara bahasa Inggris yang mengacu pada teori Gelman (2020) dan Young (1992). Faktor-faktor ini termasuk seperangkat norma perilaku yang dimiliki setiap budaya yang terkait dengan kepercayaan, pengetahuan, dan tradisinya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa beberapa mantan mahasiswa pertukaran pelajar di Universitas Ibaraki yang juga merupakan penutur asli bahasa Inggris, memiliki rasa kurang percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris dan setuju bahwa mereka mungkin memiliki kecemasan berbicara bahasa Inggris. Lima dari mereka telah memenuhi kriteria untuk berpartisipasi dalam wawancara mendalam dan berbagi wawasan tentang faktor-faktor sosiokultural yang mempengaruhi kecemasan berbicara bahasa Inggris berdasarkan latar belakang sosiokultural mereka dan strategi untuk mengelolanya. Lebih lanjut, penelitian ini menyoroti beberapa faktor signifikan yang mempengaruhi kecemasan berbicara bahasa Inggris siswa, termasuk faktor pendidikan, faktor sosiokultural, dan faktor linguistik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to explore the influence of sociocultural factors on English speaking anxiety from the perspectives of former exchange students in Ibaraki University batch 2023 who are also non English native speakers. It employs a qualitative method with descriptive analysis. Data were collected through questionnaires and interviews. In analyzing the data, the researcher describe the socioculture theory based on Vygotsky’s theory (1978): "Sociocultural" refers to the different socioeconomic and cultural elements that influence our attitudes, feelings, and actions, which ultimately affect our health. The data were presented in charts and tables. Additionally, the researcher identified the factors influencing English speaking anxiety referring to the theories of Gelman (2020) and Young (1992). These factors include a set of behavioral norms that every culture have which are connected to its beliefs, knowledge, and traditions. The findings revealed that some of former exchange students of Ibaraki University who are also non native English speakers, has lack of confidence in speaking English and agreed that they might have English speaking anxiety. Five of them has met the criteria to participated in in-depth interview and shared insights of the sociocultural factors that influenced their English speaking anxiety based on their sociocultural background and the strategies to managed it. Furthermore, the study highlighted several significant factors that influence students’ English speaking anxiety, including educational factors, sociocultural factors, and linguistic factors.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save