Home
Login.
Artikelilmiahs
49799
Update
DIAN AYU MUHARINI
NIM
Judul Artikel
TANGGAP VARIETAS PADI INPAGO UNSOED PROTANI TERHADAP VARIASI JAJAR LEGOWO DALAM SISTEM MINAPADI SALIBU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Produksi padi perlu ditingkatkan sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk yang salah satunya dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul dan teknik budidaya seperti jajar legowo, minapadi, dan sistem salibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggap varietas Protani terhadap variasi jajar legowo pada sistem minapadi salibu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Panembangan, Cilongok, Banyumas yang berlangsung dari Agustus-November 2024. Perlakuan yang diuji adalah jajar legowo yang terdiri dari jarwo 2:1, 3:1, 4:1, dan 5:1. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok petak tersarang dengan 4 perlakuan dan diulang 6 kali (24 petak). Masing-masing petak percobaan memiliki luas 6 x 4 m. data penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam pada taraf 5%. Apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Protani memberikan tanggap pertumbuhan yang berbeda pada variasi jajar legowo, berdasarkan pada tinggi tanaman, jumlah anakan total, dan jumlah anakan produktif dimana perlakuan terbaik pada jarwo 2:1. Hasil varietas Protani tidak berbeda antar variasi jajar legowo. Laju pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi diperoleh pada jarwo 2:1, sedangkan laju pertumbuhan anakan dan laju pertumbuhan tinggi tunas diperoleh pada jarwo 3:1. Sementara itu, pertumbuhan salibu terbaik dihasilkan oleh jarwo 3:1.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice production needs to be increased in line with increasing population growth, which can be achieved through the use of superior varieties and cultivation techniques such as jajar legowo, minapadi, and the Salibu system. This study aims to determine the responsiveness of the Protani variety to variations in jajar legowo in the minapadi Salibu system. The study was conducted inPanembangan Village, Cilongok, Banyumas which will take place from August-November 2024.The treatments tested were jajar legowo consisting of jarwo 2:1, 3:1, 4:1, and 5:1. The research was conducted experimentally using a randomized block design.nested plots with 4 treatments and repeated 6 times(24 plots). Each experimental plot has an area of 6 x 4 m. The research data were analyzed using analysis of variance at the 5% level. If there is a significant difference, it is continued with the DMRT test at the 5% level. The results of the study showed that the Protani variety provided different growth responses to the jajar legowo variation, based on plant height, total number of tillers, and number of productive tillers where the best treatment was jarwo 2:1. The results of the Protani variety did not differ between jajar legowo variations. The highest plant height growth rate was obtained at jarwo 2:1, while the tiller growth rate and shoot height growth rate were obtained at jarwo 3:1. Meanwhile, the best cross growth was produced by jarwo 3:1.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save