Home
Login.
Artikelilmiahs
49712
Update
NAJMA AYU MAZIDA RIZQI
NIM
Judul Artikel
Geoarkeologi dan Analisis Vulkanostratigrafi Hubungannya Dengan Paleodisaster Pada Masa Kerajaan Majapahit di Situs Kumitir, Mojokerti
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kerajaan Majapahit yang berjaya pada abad ke-13 hingga ke-15 diperkirakan mengalami kemunduran akibat tekanan lingkungan, salah satunya berupa bencana geologi. Studi ini mengidentifikasi tipe bencana dan sejarah penimbunan Situs Kumitir melalui analisis lapangan, stratigrafi, petrografi, XRD, dan Carbon Dating. Geomorfologi daerah termasuk Satuan Dataran Fluvial Gunung Api dengan litologi utama berupa batupasir berfragmen dari Formasi Gunung Api Kuarter Atas. Struktur geologi menunjukkan kelurusan berarah utara–selatan dan timur laut–barat daya. Analisis mineral menunjukkan pengaruh kuat aktivitas vulkanik, dan secara vulkanostratigrafi termasuk zona fasies distal. Lapisan batupasir berfragmen yang terbentuk antara 1455–1833 M mengindikasikan bencana berulang berupa banjir bandang, mencerminkan tekanan lingkungan yang tercatat dalam sejarah, seperti peristiwa “Banyu Pindah” di Kitab Pararaton. Endapan ini merekam paleodisaster yang mungkin mempercepat keruntuhan Majapahit.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Majapahit Kingdom, which flourished from the 13th to 15th centuries, is thought to have declined partly due to environmental pressures, including geological disasters. This study identifies the type of disaster and burial history of the Kumitir Site through field observations, stratigraphy, petrographic and XRD analyses, and Carbon Dating. The study area’s geomorphology falls within the Volcanic Fluvial Plain Unit, with dominant lithology consisting of fragmental sandstone from the Upper Quaternary Volcanic Formation. Geological structures show lineaments trending north–south and northeast–southwest. Mineral composition indicates strong volcanic influence, placing the area in a distal facies zone. The fragmental sandstone layer, deposited between 1455–1833 M, suggests recurring flash floods, reflecting environmental stress recorded in historical texts such as the “Banyu Pindah” event in Pararaton. These deposits record paleodisaster events that may have contributed to Majapahit’s collapse.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save