Home
Login.
Artikelilmiahs
49668
Update
NAUROH HASNA NABILLA
NIM
Judul Artikel
Fisiologi dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) dan Semangka (Citrullus lanatus) dengan Berbagai Salinitas Udara Pada Media Tanah Pasir Pantai
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Lahan pasir pantai merupakan lahan marjinal yang diharapkan dapat menambah areal pertanaman yang berkurang akibat alih fungsi lahan. Budidaya yang sering dilakukan di pasir pantai adalah budidaya tanaman melon dan semangka. Namun kandungan garam pada pantai menjadi faktor pembatas yang dapat menyebabkan adanya cekaman salinitas bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fisiologi, pertumbuhan, dan hasil tanaman melon dan semangka pada berbagai salinitas udara pada media tanah pasir pantai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis tanaman (tanaman melon dan semangka). Faktor kedua adalah salinitas udara (0 mS, 6 mS, 12 mS, 18 mS). Data hasil pengamatan diamati dengan sidik ragam dan dilakukan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5%. Hasil penelitian tanaman melon menunjukkan fisiologi dan hasil tanaman yang lebih baik, yaitu pada variabel bobot segar dan kering daun; bobot segar dan kering akar; bobot segar dan kering batang; kadar klorofil akhir vegetatif dan generatif; kandungan prolin; persentase nekrosis daun; dan jumlah bobot, dan diameter buah yang lebih tinggi dibandingkan tanaman semangka, tetapi semangka memiliki tinggi tanaman dan jumlah cabang lebih tinggi. Perlakuan salinitas udara 6 mS menurunkan kadar klorofil pada akhir vegetatif dan generatif, serta jumlah buah. Perlakuan salinitas udara 18 mS menunjukkan kandungan prolin dan persentase nekrosis daun tertinggi tertinggi. Berdasarkan interaksi perlakuan pada variabel bobot dan diameter buah menunjukkan bahwa tanaman melon dengan perlakuan salinitas udara 12 mS menunjukkan hasil yang paling tinggi, sedangkan semangka mulai menurun mulai dari salinitas 12 mS.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Coastal sandy land is a marginal land that is expected to increase the area of planting that has decreased due to land conversion. Cultivation that is often carried out on coastal sand is the cultivation of melon and watermelon plants. However, the salt content on the beach is a limiting factor that can cause salinity stress for plants. This study aims to explain the physiology, growth, and yield of melon and watermelon plants at various air salinities in coastal sandy soil media. This study used a Complete Randomized Block Design (RAKL) consisting of 2 factors. The first factor is the type of plant (melon and watermelon plants). The second factor is air salinity (0 mS, 6 mS, 12 mS, 18 mS). The observation data were observed using a variety analysis and a 5% Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was carried out. The results of the melon plant study showed better plant physiology and yield, namely in the variables of fresh and dry leaf weight; fresh and dry root weight; fresh and dry stem weight; vegetative and generative final chlorophyll content; proline content; percentage of leaf necrosis; and higher weight, and fruit diameter compared to watermelon plants, but watermelon has a higher plant height and number of branches. The 6 mS air salinity treatment decreased chlorophyll levels at the end of vegetative and generative, as well as the number of fruits. The 18 mS air salinity treatment showed the highest proline content and the highest percentage of leaf necrosis. Based on the interaction of treatments on the variables of weight and fruit diameter, it showed that melon plants with 12 mS air salinity treatment showed the highest results, while watermelon began to decline starting from 12 mS salinity.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save