Home
Login.
Artikelilmiahs
49626
Update
TISHA AISHANI AUROZHALIANTO
NIM
Judul Artikel
Hubungan antara Asupan Lemak, Vitamin D, dan Sedentary Lifestyle terhadap Kejadian Dismenore Primer pada Siswi SMA Negeri 3 Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Dismenore primer merupakan nyeri saat menstruasi tanpa adanya kelainan pada organ reproduksi dan berkaitan dengan kontraksi otot rahim. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 54,89%, dengan 60-75% kasus dialami oleh remaja putri. Pada remaja dapat terjadi perubahan asupan makan serta pola hidup yang dapat menjadi faktor terjadinya dismenore primer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak, vitamin D, dan sedentary lifestyle dengan kejadian dismenore primer pada siswi SMA Negeri 3 Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan 81 siswi SMA Negeri 3 Purwokerto sebagai sampel, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data asupan lemak dan vitamin D dikumpulkan melalui wawancara menggunakan SQ-FFQ, sedentary lifestyle dikumpulkan mengunakan kuesioner ASAQ, dan tingkat nyeri dismenore primer melalui kuesioner NRS. Analisis data dilakukan dengan Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil Penelitian: Sebanyak 46,9% responden mengalami dismenore sedang, 60,5% responden memiliki asupan lemak cukup, 86,4% responden memiliki asupan vitamin D kurang, dan 60,5% responden tergolong sedentari berat. Terdapat hubungan pada variabel asupan lemak (p = 0,003) dan sendentary lifestyle (p = 0,035). Tidak terdapat hubungan pada variabel asupan vitamin D (p = 0,605). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan lemak dan sedentary lifestyle dengan kejadian dismenore primer, namun tidak terdapat hubungan antara asupan vitamin D dengan kejadian dismenore primer.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Primary dysmenorrhea is menstrual pain without structural abnormalities in the reproductive organs, commonly experienced by adolescent girls. This study aims to examine the relationship between fat intake, vitamin D intake, and sedentary lifestyle with the incidence of primary dysmenorrhea. Methodology: This cross-sectional study involved 81 female students from SMA Negeri 3 Purwokerto, selected via purposive sampling. Fat and vitamin D intake were assessed using SQ-FFQ, sedentary lifestyle using ASAQ, and pain level using the NRS. Data were analyzed using Spearman Rank correlation. Result: About 46.9% experienced moderate dysmenorrhea, 60.5% had adequate fat intake, 86.4% had insufficient vitamin D intake, and 60.5% were highly sedentary. A significant relationship was found between fat intake (p = 0.003) and sedentary lifestyle (p = 0.035) with primary dysmenorrhea. No significant relationship was found with vitamin D intake (p = 0.605). Conclusion: Fat intake and sedentary lifestyle are significantly associated with primary dysmenorrhea, while vitamin D intake is not.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save