Home
Login.
Artikelilmiahs
49598
Update
ZAKIYYATUL FUADAH
NIM
Judul Artikel
Tubuh, Luka, dan Ingatan: Analisis Trauma Tokoh Lasi dalam Novel Bekisar Merah Karya Ahmad Tohari
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berupaya menggali bagaimana trauma tergambar pada diri tokoh Lasi dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari, khususnya dalam menyoroti hubungan antara tubuh, bekas luka, dan ingatan sebagai pembentuk alur cerita. Fokus utama penelitian adalah menjelaskan bagaimana trauma bukan sekadar menjadi inti cerita, melainkan juga memengaruhi cara cerita yang disampaikan melalui lambang tubuh, alur waktu yang terputus, pengulangan kejadian, dan keheningan yang bermakna. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis mendalam (close reading) terhadap teks, serta pendekatan psikologi sastra berdasarkan teori trauma yang digagas oleh Cathy Caruth. Dalam kerangka ini, trauma dipahami sebagai pengalaman yang sulit untuk disadari secara langsung, tetapi muncul kembali dalam bentuk ingatan yang terfragmentasi dan alur cerita yang terpecah. Hasil penelitian menampilkan bahwa trauma yang dialami tokoh Lasi muncul dalam wujud hilangnya kemampuan bersuara, pergeseran identitas, dan bayangan dari lingkungan sosial. Gambaran luka pada tubuh tokoh dan ketegangan dalam cerita membentuk struktur estetika yang rumit. Trauma tidak hanya diartikan sebagai derita pribadi, tetapi juga sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuasaan sosial yang menindas. Oleh karena itu, Bekisar Merah menyajikan trauma sebagai sebuah bangunan naratif yang merekam penderitaan kaum perempuan secara simbolis, reflektif, dan mendalam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study explores how trauma is portrayed by the character Lasi in Ahmad Tohari's novel Bekisar Merah, specifically highlighting the relationship between the body, scars, and memory that shape the plot. The primary focus of this research is to explain how trauma is not merely the story's core but also influences the narrative through bodily symbolism, disjointed timelines, recurring events, and meaningful silences. The method used is qualitative descriptive with in-depth analysis (deep reading) of the text, as well as a literary psychology approach based on Cathy Caruth's trauma theory. Within this framework, trauma is understood as an experience that is difficult to acknowledge directly, but resurfaces in the form of fragmented memories and a fragmented storyline. The results show that Lasi's trauma manifests itself in the loss of voice, shifting identities, and the shadows of her social environment. The depiction of the character's wounds and the tensions within the story form a complex aesthetic structure. Trauma is interpreted not only as personal suffering but also as a form of resistance against oppressive social forces. Therefore, Bekisar Merah presents trauma as a narrative construction that captures women's suffering symbolically, reflectively, and profoundly.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save