Home
Login.
Artikelilmiahs
49531
Update
AULIA FATHIANA RAHMA
NIM
Judul Artikel
UJI EFEKTIVITAS JAMUR ENTOMOPATOGEN Fusarium oxysporum DALAM MENGENDALIKAN HAMA PENGGEREK TONGKOL JAGUNG (Helicoverpa armigera)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Helicoverpa armigera (Hubner) merupakan hama utama yang menyerang tanaman jagung dengan menggerek tongkol jagung. Potensi kehilangan hasil panen jagung yang disebabkan oleh hama tersebut mencapai 40%, bahkan dapat mengakibatkan kerusakan hingga 69,3% pada tongkol jagung. Pengendalian H. armigera umumnya masih menggunakan insektisida kimia sintetis yang dapat berdampak negatif. Oleh sebab itu, perlu adanya alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian H. armigera dengan menggunakan jamur entomopatogen Fusarium oxysporum, karena terdapat beberapa jamur yang memiliki jangkauan inang yang luas dan menyerang secara spesifik pada beberapa ordo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerapatan konidia F. oxysporum, metode aplikasi jamur F. oxysporum, serta interaksi antara kerapatan konidia dan metode aplikasi jamur F. oxysporum terhadap mortalitas, aktivitas makan, dan perkembangan larva H. armigera. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai Desember 2024, di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan menggunakan percobaan faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu kerapatan konidia yang terdiri dari 4 taraf, kontrol (K0), suspensi F. oxysporum kerapatan 106 konidia/mL (K1), 107 konidia/mL (K2), 108 konidia/mL (K3), dan faktor kedua yaitu metode aplikasi yang terdiri dari 2 taraf, penyemprotan larva (A1) dan pencelupan pakan (A2). Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5%. Apabila terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu mortalitas larva H. armigera, aktivitas makan larva H. armigera, persentase pembentukan pupa H. armigera, dan persentase pembentukan imago H. armigera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur entomopatogen F. oxysporum menyebabkan mortalitas larva H. armigera sebesar 45%, penurunan konsumsi pakan larva sebesar 29,74%, persentase pembentukan pupa H. armigera sebesar 53,33%, dan persentase pembentukan imago H. armigera sebesar 75,83% pada kerapatan 108 konidia/mL sebagai hasil terbaik. Perlakuan metode aplikasi F. oxysporum yang paling efektif yaitu metode aplikasi pencelupan pakan yang dapat menyebabkan mortalitas larva H. armigera sebesar 30,83%, rerata konsumsi pakan larva sebesar 2,02 gram, serta persentase pembentukan pupa H. armigera sebesar 67,50%. Interaksi kerapatan 108 konidia/mL dan metode aplikasi pencelupan pakan memperoleh hasil terbaik dengan menyebabkan mortalitas larva H. armigera sebesar 46,67%, dan penurunan konsumsi pakan sebesar 30,69%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Helicoverpa armigera (Hubner) is a major pest that attacks corn plants by boring into corn cobs. The potential loss of corn yield caused by this pest reaches 40%, and can even cause damage of up to 69.3% to corn cobs. Control of H. armigera typically still relies on synthetic chemical insecticides, which can have negative impacts. Therefore, there is a need for environmentally friendly control alternatives. One such alternative for controlling H. armigera involves the use of the entomopathogenic fungus Fusarium oxysporum, as there are several fungi that have a wide host range and specifically attack certain orders.. This study aims to determine the effect of F. oxysporum conidia density, the application method of F. oxysporum fungus, and the interaction between conidia density and the application method of F. oxysporum fungus on mortality, feeding activity, and larval development of H. armigera. The study was conducted from August to December 2024 at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study was conducted experimentally using a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors and three replications. The first factor was conidia density, consisting of four levels: control (K0), F. oxysporum suspension at 10⁶ conidia/mL (K1), 10⁷ conidia/mL (K2), 10⁸ conidia/mL (K3), and the second factor was the application method, consisting of 2 levels: larval spraying (A1) and feed dipping (A2). The data obtained from the study were analyzed using ANOVA at the 5% level. If there were differences between treatments, the analysis was continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The variables observed in this study were H. armigera larva mortality, H. armigera larva feeding activity, H. armigera pupa formation percentage, and H. armigera imago formation percentage. The results of the study showed that the entomopathogenic fungus F. oxysporum caused 45% mortality of H. armigera larvae, a 29.74% decrease in larval feed consumption, a 53.33% pupation rate of H. armigera, and a 75.83% percentage of H. armigera imago formation at a density of 108 conidia/mL as the best result. The most effective application method for F. oxysporum was the feed dipping method, which caused a 30.83% mortality rate in H. armigera larvae, an average larval feed consumption of 2.02 grams, and a 67.50% pupation rate in H. armigera. The interaction between a density of 108 conidia/mL and the feed dipping application method yielded the best results, causing a mortality rate of 46.67% in H. armigera larvae, and a decrease in feed consumption of 30.69%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save