Home
Login.
Artikelilmiahs
49526
Update
NUR ROHMAN KHOIRULLOH
NIM
Judul Artikel
PENGARUH KEMIRINGAN PADA HIDROPONIK NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) TERHADAP KADAR OKSIGEN TERLARUT DALAM TALANG SERTA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNGA KOL DI DATARAN RENDAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bunga kol (Brassica oleracea var. botrytis L.) adalah sayuran dari famili Cruciferae yang menghasilkan bunga. Di Indonesia, produksinya masih terbatas karena umumnya dibudidayakan di dataran tinggi. Namun, berkat pengembangan kultivar yang toleran terhadap suhu tinggi seperti PM 3000 F1, Larisa F1, PM 126 F1, dan Diamond 40, budidaya di dataran rendah kini memungkinkan. Budidaya di lahan terbuka sangat bergantung pada iklim, seperti suhu, kelembapan, cahaya, dan curah hujan, yang sering menyebabkan hasil tidak optimal. Sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kondisi tersebut, karena mampu menyediakan nutrisi, oksigen, dan air secara kontinu ke akar tanaman. Meski demikian, penelitian yang membahas secara spesifik hubungan antara kemiringan talang NFT dengan kadar oksigen terlarut serta dampaknya terhadap pertumbuhan dan hasil bunga kol masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemiringan talang berbeda terhadap kadar oksigen, pertumbuhan, dan hasil bunga kol di dataran rendah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu kemiringan talang (4%, 7%, 10%) dan varietas bunga kol (PM 3000 F1, Larisa F1, PM 126 F1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Larisa F1 dan kemiringan 7% memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan bunga kol, sehingga direkomendasikan untuk sistem NFT di dataran rendah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cauliflower (Brassica oleracea var. botrytis L.) is a vegetable from the Cruciferae family that produces edible flowers. In Indonesia, its production remains limited as it is generally cultivated in highland areas. However, with the development of high-temperature-tolerant cultivars such as PM 3000 F1, Larisa F1, PM 126 F1, and Diamond 40, cultivation in lowland areas is now possible. Open-field cultivation is highly dependent on climatic factors such as temperature, humidity, light intensity, and rainfall, which often result in suboptimal yields. The Nutrient Film Technique (NFT) hydroponic system offers a promising solution to these challenges by continuously supplying nutrients, oxygen, and water directly to the plant roots. Nevertheless, research specifically examining the relationship between NFT channel slope and dissolved oxygen levels, and its impact on the growth and yield of cauliflower, remains limited. This study aims to evaluate the effect of different NFT channel slopes on dissolved oxygen, growth, and yield of cauliflower cultivated in lowland conditions. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with two factors: channel slope (4%, 7%, and 10%) and cauliflower varieties (PM 3000 F1, Larisa F1, and PM 126 F1). Results showed that Larisa F1 combined with a 7% slope yielded the best cauliflower growth making it the recommended combination for lowland NFT cultivation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save