Home
Login.
Artikelilmiahs
49518
Update
LENA KURNIAWATI
NIM
Judul Artikel
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN SENGGARINGAN (Mystus nigriceps Valenciennes, 1840) DI HILIR SUNGAI KLAWING, KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Biologi Reproduksi Ikan Senggaringan (Mystus nigriceps, Valenciennes, 1840) di Hilir Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah”. Ikan senggaringan merupakan ikan asli di perairan Indonesia dan menjadi komoditas ikan ekonomis penting. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September-November 2024 di stasiun Jetis, Bokol dan Kedungbenda. Hasil penelitian diketahui bahwa rasio kelamin ikan jantan dan betina sebesar 43,6% : 56,4% menunjukkan kondisi seimbang. Berdasarkan hasil uji ANOVA, menunjukan signifikansi (p<0,05) pada IGS, IHS, dan IVS. IGS tertinggi ditemukan di stasiun (Kedungbenda) 15,09% ± 2,60 pada ikan betina, IHS tertinggi ditemukan di stasiun (Jetis) 3,37% ± 1,85 pada ikan betina, IVS tertinggi ditemukan di stasiun (Kedungbenda) 11,46% ± 2,70 pada ikan betina. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar ikan sudah matang gonad dan siap untuk memijah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study is titled “Reproductive Biology of Senggaringan Fish (Mystus nigriceps, Valenciennes, 1840) in the Lower Klawing River, Purbalingga Regency, Central Java.” Senggaringan fish are native to Indonesian waters and are an important economic fish commodity. This study used a survey method with purposive sampling techniques. Data were analyzed using descriptive quantitative methods. Sampling was conducted from September to November 2024 at the Jetis, Bokol, and Kedungbenda stations. The results of the study showed that the sex ratio of male and female fish was 43.6% : 56.4%, indicating a balanced condition. Based on the results of the ANOVA test, significance (p<0.05) was found in IGS, IHS, and IVS. The highest IGS was found at the Kedungbenda station (15.09% ± 2.60) in female fish, the highest IHS was found at the Jetis station (3.37% ± 1.85) in female fish, and the highest IVS was found at the Kedungbenda station (11.46% ± 2.70) in female fish. The conclusion of this study is that most fish have reached gonadal maturity and are ready to spawn.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save