Home
Login.
Artikelilmiahs
49517
Update
HANISA UMNI BAROROH
NIM
Judul Artikel
Analisis Genetik Kandungan Amilosa Berbasis Marka Fungsional pada Plasma Nutfah Padi Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Padi (Oryza sativa) merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Kandungan nutrisi tertinggi pada padi berupa karbohidrat, yang sebagian besar disusun oleh pati. Pati terdiri dari dua polisakarida yaitu amilosa dan amilopektin. Kandungan amilosa berpengaruh terhadap mutu tanak dan rasa nasi setelah dimasak, dan dikendalikan oleh gen Waxy (Wx) yang mengkode enzim GBSSI (granule-bound starch synthase I). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah primer W1W2 dan Wx-Ex6 dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi gen Wx terkait kandungan amilosa pada 20 genotipe padi Indonesia. Metode penelitian yang digunakan meliputi ekstraksi DNA dari daun padi, amplifikasi marka W1W2 dan Wx-Ex6 dengan PCR pada 20 genotipe padi yang diuji. Variabel yang diamati meliputi keberadaan, jumlah, dan ukuran pita DNA, serta data phenotyping kandungan amilosa padi. Analisis data dilakukan berdasarkan kemunculan dan kesamaan ukuran pita DNA dengan referensi yaitu 741 bp (primer W1W2) dan 198/217 bp (primer Wx-Ex6). Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan antara data genotyping dan data phenotyping sehingga diketahui hubungan gen target yang mengkodekan sifat amilosa pada genotipe padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa primer W1W2 tidak mampu membedakan kandungan amilosa karena seluruh genotipe menghasilkan pita DNA berukuran 741 bp. Sedangkan primer Wx-Ex6 dapat mendeteksi alel Ex6C (amilosa sedang) melalui pita DNA berukuran 198 bp, namun tidak dapat membedakan amilosa rendah dan tinggi karena keduanya menghasilkan pita DNA berukuran 217 bp.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice (Oryza sativa) is the main food crop in Indonesia. The highest nutrient content in rice is carbohydrates, which are mostly composed of starch. Starch consists of two polysaccharides, namely amylose and amylopectin. The amylose content affects the quality of the tanak and the taste of rice after cooking, and is controlled by the Waxy (Wx) gene which encodes the GBSSI (granule-bound starch synthase I) enzyme. This study aims to find out whether W1W2 and Wx-Ex6 primers can be used as a tool to detect Wx genes related to amylose content in 20 Indonesian rice genotypes. The research methods used included DNA extraction from rice leaves, amplification of W1W2 and Wx-Ex6 markers with PCR on 20 rice genotypes tested. The observed variables included the presence, number, and size of DNA bands, as well as phenotyping data on the amylose content of rice. Data analysis was carried out based on the occurrence and similarity of DNA band size with references, namely 741 bp (W1W2 primary) and 198/217 bp (Wx-Ex6 primary). Furthermore, an analysis of the relationship between genotyping data and phenotyping data was carried out so that the relationship between the target gene that encodes the properties of amylose in the rice genotype was known. The results showed that the W1W2 primer was not able to differentiate the amylose content because the entire genotype produced a DNA band measuring 741 bp. While the Wx-Ex6 primer can detect the Ex6C allele (intermediate amylose) through a 198 bp DNA band, but it cannot distinguish between low and high amylose because both produce a 217 bp DNA band.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save