Home
Login.
Artikelilmiahs
49438
Update
SATRIA ARBINA
NIM
Judul Artikel
Skena Dalam Perspektif Mahasiswa FISIP Unsoed
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengkaji fenomena "skena" sebagai bentuk ekspresi kultural dan konstruksi identitas di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman. Dalam perkembangannya, skena tidak lagi semata dipahami sebagai subkultur musik dengan semangat resistensi terhadap arus utama, melainkan telah bergeser menjadi simbol gaya hidup yang dimediasi oleh teknologi digital dan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi Alfred Schutz dan interaksionisme simbolik Herbert Blumer untuk memahami pengalaman subjektif serta proses negosiasi makna simbolik yang terjadi di antara mahasiswa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap mahasiswa yang terlibat dalam aktivitas skena, baik secara kultural maupun visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut-atribut seperti kaos band, totebag, dan celana baggy tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga mengandung makna simbolik yang merepresentasikan afiliasi, identitas, dan eksistensi diri. Dalam konteks ini, skena dipahami sebagai medan sosial dinamis yang sarat dengan praktik simbolik, negosiasi makna, dan reproduksi identitas kolektif dalam kerangka budaya digital. Temuan ini mempertegas bahwa skena merupakan konstruksi sosial yang tidak statis, melainkan terus dibentuk dan ditafsirkan ulang melalui interaksi sosial serta dinamika media kontemporer.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study explores the phenomenon of "skena" as a form of cultural expression and identity construction among students of the Faculty of Social and Political Sciences at Jenderal Soedirman University. Over time, the term "skena" has shifted from representing a subcultural music scene rooted in resistance to mainstream culture, to becoming a symbol of lifestyle shaped by digital technology and social media. Employing a qualitative approach, the research integrates Alfred Schutz’s phenomenology and Herbert Blumer’s symbolic interactionism to analyze students’ subjective experiences and the symbolic negotiation of meaning. Data were collected through in-depth interviews and documentation involving students engaged in skena-related cultural and visual practices. The findings reveal that attributes such as band t-shirts, tote bags, and baggy pants are not merely fashion items, but symbolic tools that represent affiliation, identity, and self-expression. In this context, skena is conceptualized as a dynamic social field characterized by symbolic practices, negotiated meanings, and the reproduction of collective identities within the framework of digital culture. The study emphasizes that skena should be understood not as a static entity, but as a social construct that is continuously reshaped through social interactions and media dynamics.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save