Home
Login.
Artikelilmiahs
49436
Update
ARQAM DOUVALL
NIM
Judul Artikel
POTENSI PENGGENANGAN TSUNAMI DI WILAYAH PESISIR PANTAI PANGANDARAN, JAWA BARAT MENGGUNAKAN SOFTWARE COMMIT (COMMUNITY MODEL INTERFACE FOR TSUNAMI)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menggunakan software ComMIT (Community Model Interface for Tsunami) untuk mengetahui potensi penggenangan tsunami dan membuat peta rencana jalur evakuasi tsunami di wilayah pesisir Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran (pemekaran dari kabupaten Ciamis) yang terletak di sebelah tenggara Jawa Barat. Berdasarkan pemodelan dari 9 skenario gempabumi yang penulis gunakan, didapatkan hasil inundasi dengan flow depth maksimal berkisar antara 14,17 hingga 41,94 meter. Waktu tempuh rata-rata yang diperlukan oleh gelombang tsunami pertama hingga mencapai pesisir Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran adalah 37,17 menit. Luas rendaman tsunami mencapai 12.501,881 ha pada 6 kecamatan terdampak di wilayah penelitian. Peta rencana jalur evakuasi tsunami terdiri dari 6 peta detail masing masing kecamatan dengan total 29 titik kumpul sementara dijadikan acuan dalam melakukan evakuasi jika terjadi tsunami. Metode evakuasi secara vertikal dan horizontal memiliki efektivitas yang relatif sama untuk dilakukan jika terjadi tsunami di wilayah pesisir Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study uses ComMIT (Community Model Interface for Tsunami) software to determine the potential for tsunami inundation and create a tsunami evacuation route plan map in the coastal area of Pangandaran Beach, Pangandaran Regency (a division of Ciamis Regency) located in the southeast of West Java. Based on modeling of 9 earthquake scenarios that the author used, the results of inundation with a maximum flow depth ranging from 14.17 to 41.94 meters were obtained. The average travel time required by the first tsunami wave to reach the coast of Pangandaran Beach, Pangandaran Regency was 37.17 minutes. The area of tsunami inundation reached 12,501.881 ha in 6 affected sub-districts in the research area. The tsunami evacuation route plan map consists of 6 detailed maps for each sub-district with a total of 29 temporary gathering points used as a reference in carrying out evacuation in the event of a tsunami. Vertical and horizontal evacuation methods have relatively the same effectiveness to be carried out in the event of a tsunami in the coastal area of Pangandaran Beach, Pangandaran Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save