Home
Login.
Artikelilmiahs
49382
Update
CHANDRIKA CITRA NANDHITA
NIM
Judul Artikel
Analyzing the Translation of Conative Functions in Rhaenyra Targaryen’s Utterances in House of the Dragon Season 2
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengkaji prosedur penerjemahan dan akurasi fungsi konatif dalam ujaran Rhaenyra Targaryen di House of the Dragon Season 2. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana fungsi konatif diterjemahkan dan mengevaluasi dampak pilihan tersebut terhadap akurasi. Berdasarkan konsep fungsi konatif Jakobson (1995), penelitian ini mengidentifikasi tujuh jenis fungsi konatif, dengan activational vocative (42.03%) dan affirmative imperative (31.88%) muncul paling sering. Bentuk-bentuk dominan ini mencerminkan peran karakter sebagai penguasa dalam seri tersebut. Menggunakan prosedur penerjemahan Vinay dan Darbelnet (1995), penelitian ini mengidentifikasi empat strategi yang digunakan, dengan literal translation (60.87%) sebagai prosedur yang paling sering digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa sumber seringkali mengandung ekspresi yang dapat diterjemahkan secara langsung ke dalam bahasa sasaran. Akurasi penerjemahan, yang dinilai menggunakan model Nababan (2012), menunjukkan tingkat akurasi tinggi sebesar 88.41%, dengan sebagian besar ujaran mempertahankan makna imperatif atau vokatifnya. Beberapa ujaran menerima penilaian lebih rendah karena penghilangan bagian dari ujaran atau pergeseran makna. Temuan ini menyoroti pentingnya menjaga fungsi konatif secara akurat dalam penerjemahan audiovisual untuk memastikan maksud pembicara tersampaikan kepada penonton.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research examines the translation procedures and accuracy of conative functions in Rhaenyra Targaryen’s utterances in House of the Dragon Season 2. Employing a qualitative descriptive approach, the research analyzes how conative functions are translated and evaluates the impact of these choices on accuracy. Based on Jakobson’s (1995) concept of conative function, the study identifies seven types of conative functions, with activational vocative (42.03%) and affirmative imperative (31.88%) appearing most frequently. These dominant forms reflect the character’s role as a ruler in the series. Using Vinay and Darbelnet’s (1995) translation procedures, the study identifies four strategies employed, with literal translation (60.87%) being the most frequently used procedure. This indicates that the source language often contains expressions that can be directly translated to the target language. The accuracy of the translations, assessed using Nababan’s (2012) model, reveals a high accuracy rate of 88.41%, with most utterances maintaining their imperative or vocative meaning. A few received lower ratings due to omissions of parts of utterances or shifts in meaning. These findings highlight the importance of accurately preserving conative functions in audiovisual translation to ensure the speaker’s intent is conveyed to the target audience.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save