Home
Login.
Artikelilmiahs
49374
Update
HAFIZHAH ALMAS SHABRINA PUTRI
NIM
Judul Artikel
Implikatur Ungkapan Cinta Tokoh Harumichi Namiki pada Dorama First Love Karya Yuri Kanchiku
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menganalisis implikatur ungkapan cinta yang diungkapkan oleh tokoh Harumichi Namiki dalam dorama "First Love" karya Yuri Kanchiku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implikatur yang muncul dalam tuturan Harumichi Namiki dan memahami bagaimana pelanggaran maksim dalam prinsip kerja sama Grice (1975) dapat memengaruhi komunikasi cinta antara Namiki dan tokoh lainnya, serta menghubungkannya dengan elemen cinta menurut Erich Fromm (2018). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang diperoleh dari sembilan episode dorama, berfokus pada dialog Harumichi Namiki yang mengandung ungkapan cinta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikatur 'perhatian' mendominasi ungkapan cinta Namiki, di mana pelanggaran maksim relevansi sering terjadi. Selain itu, implikatur 'tanggung jawab' juga teridentifikasi, mencerminkan komitmen dan kesediaan Namiki untuk berkorban demi orang yang dicintainya, serta menunjukkan pemahaman emosional yang mendalam. Penelitian ini memberikan wawasan baru bahwa cinta tidak selalu harus diungkapkan secara langsung; terkadang, ungkapan tidak langsung dapat memiliki makna yang kuat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
In the exchange of dialogue expressing love, Namiki does not always convey it explicitly. This serves as a foundation to investigate the implied meanings in Namiki's speech. The purpose of this study is to analyze the implicatures that arise in Namiki's utterances and to understand how violations of the maxims in Grice's (1975) cooperative principle can affect the communication of love between Namiki and other characters, as well as how this relates to the elements of love according to Erich Fromm (2018). The method used in this research is descriptive qualitative, where data is obtained from conversations in the drama and analyzed according to relevant theories. The results of this study indicate that there are eight violations of maxims in Namiki's expressions of love, with attention being the most prominent element of love. Although Namiki often violates the maxim of relevance, his actions and dedication to other characters reflect a deep love. The conclusion of this study states that expressions of love do not always have to be overt. The implicatures present in actions and responses can also convey strong feelings. This research provides a new perspective on the communication of love within the context of Japanese culture.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save