Home
Login.
Artikelilmiahs
49297
Update
EXZA KUSUMAWATI
NIM
Judul Artikel
Hubungan Karakteristik dengan Persepsi Anggota Gapoktan terhadap Program PUAP di LKM-A PUAP Wijaya Makmur
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani adalah sulitnya mengakses pinjaman modal kepada pihak bank. Menanggapi permasalahan tersebut, Kementerian Pertanian meluncurkan Program PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan) yang ditujukan oleh petani dan akan diasosiasi oleh gapoktan. Gapoktan Wijaya Makmur merupakan salah satu gapoktan yang mendapatkan dana dari program tersebut yang pengelolaan dananya dilakukan oleh LKM-A (Lembaga Keuangan Mikro-Agribisnis) PUAP Wijaya Makmur. Selama 10 tahun ini dari 305 anggota gapoktan hanya ada 124 petani anggota dan 112 petani nasabah di LKM-A PUAP Wijaya Makmur, selain itu anggota kurang dilibatkan dalam proses perencanaan program. Masalah ini mengindikasikan bahwa adanya perbedaan persepsi atau tanggapan petani terhadap pelaksanaan Program PUAP. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik, mengidentifikasi tingkat persepsi, dan menganalisis hubungan karakteristik dengan persepsi anggota Gapoktan Wijaya Makmur terhadap Program PUAP. Penelitian dilaksanakan di Desa Patemon tepatnya di LKM-A PUAP Wijaya Makmur yang ditentukan dengan teknik purposive. Pada penelitian ini objek penelitiannya adalah persepsi anggota Gapoktan Wijaya Makmur terhadap Program PUAP yang diukur dengan indikator penyerapan terhadap rangsangan, pengertian atau pemahaman, dan penilaian atau evaluasi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus dengan total sampel 42 petani. Instrumen pernyataan pada penelitian ini telah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Data yang sudah didapatkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji proporsi, dan analisis korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota Gapoktan Wijaya Makmur termasuk pada umur produktif, jumlah tanggungan keluarga kecil, tingkat pendidikan formal rendah, anggota gapoktan cukup sering mengikuti kegiatan penyuluhan, memiliki luas lahan yang sempit, dan anggota gapoktan sudah memiliki pengalaman bertani yang lama. Lebih dari 50% anggota gapoktan memiliki persepsi yang baik terhadap Program PUAP di LKM-A PUAP Wijaya Makmur. Tingkat persepsi anggota Gapoktan Wijaya Makmur terhadap Program PUAP secara keseluruhan dari indikator penyerapan terhadap rangsangan, pengertian atau pemahaman, dan penilaian atau evaluasi termasuk kategori baik. Karakteristik yang berhubungan secara signifikan dengan persepsi anggota Gapoktan Wijaya Makmur terhadap Program PUAP adalah umur, tingkat pendidikan formal, frekuensi mengikuti penyuluhan, luas lahan, dan lama berusahatani sedangkan jumlah tanggungan keluarga tidak berhubungan secara signifikan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
One of the problems faced by farmers is the difficulty of accessing capital loans from banks. In response to this problem, the Ministry of Agriculture launched the PUAP (Rural Agribusiness Development) Program, which is aimed at farmers and will be associated with gapoktan. Gapoktan Wijaya Makmur is one of the gapoktan that received funding from the program, with its funds managed by the PUAP Wijaya Makmur Micro-Agribusiness Financial Institution (LKM-A). Over the past 10 years, out of 305 Gapoktan members, only 124 are farmer members and 112 are farmer clients at the LKM-A PUAP Wijaya Makmur. Additionally, members are not sufficiently involved in the program planning process. This issue indicates a difference in farmers' perceptions or responses to the implementation of the PUAP Program. The objective of this study is to identify the characteristics, assess the level of perception, and analyze the relationship between characteristics and members' perceptions of the PUAP Program at the Wijaya Makmur Farmers' Group. The research was conducted in Patemon Village, specifically at the LKM-A PUAP Wijaya Makmur, selected using a purposive sampling technique. The research object in this study was the perceptions of Gapoktan Wijaya Makmur members toward the PUAP Program, measured using indicators of response to stimuli, understanding or comprehension, and evaluation or assessment. The research method used in this study was a case study with a total sample of 42 farmers. The statement instruments in this study underwent validity and reliability testing. The data obtained were analyzed using descriptive analysis, proportion tests, and Spearman's rank correlation analysis. The results of the study indicate that members of the Wijaya Makmur Farmers' Group are of productive age, have small family dependents, have low formal education levels, frequently participate in extension activities, have small land areas, and have extensive farming experience. More than 50% of Gapoktan members have a positive perception of the PUAP Program at LKM-A PUAP Wijaya Makmur. The overall perception level of Gapoktan Wijaya Makmur members toward the PUAP Program, as measured by indicators of response to stimuli, understanding or comprehension, and evaluation or assessment, falls into the “good” category. Characteristics significantly associated with the perception of Gapoktan Wijaya Makmur members toward the PUAP Program are age, formal education level, frequency of attending extension activities, land area, and length of farming experience, while the number of family dependents is not significantly associated
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save